Breaking News:

Pak Presiden, Indonesia Jangan Di-Lockdown!

Maka dari itu, mohon Pak Presiden mempertimbangkan kembali tawaran dari WHO tersebut. Mohon Indonesia jangan di-lockdown!

Editor: Alza Munzi
Istimewa/dokumen pribadi
Zamal Nasution 

Pelanggaran seperti berkumpul di rumah tetangga, jalan-jalan keliling komplek, atau mengadakan kegiatan keramaian akan dikenakan hukuman.

Mirip situasi dimana setiap orang dikenakan tahanan rumah, diisolasi dari semua aktivitas sosialnya, dijaga seperti barang berharga yang tak boleh dijenguk siapapun.

Bila ada yang meninggal ataupun sakit, maka tidak ada lagi kunjungan dari orang yang menyayangi. Semua putus, silaturrahmi pun terhambat.

Setidaknya, sementara hingga waktu yang tidak terbatas, orang menjadi kembali individualis. Dipaksa hidup untuk dirinya sendiri. 

Pilihan alternatifnya yaitu kearifan lokal. Istilah ini ada kemiripan dengan herd immunity yang sekarang menjadi perbincangan.

Kesamaannya terletak pada sistem kekebalan tubuh yang didapatkan karena pernah kontak dengan virus tersebut atau variannya.

Perbedaannya, ada pengaruh hubungan sosial, aspek khas orang Indonesia yang suka bergotong-royong. Sifat yang akan membantu tetangganya atau orang yang disayanginya. Sifat gotong royong ini akan meningkat di kala ada tetangganya yang berkesusahan.

Masyarakat Indonesia modelnya komunal, suka berkumpul. Orang Indonesia punya prinsip, susah senang yang penting kumpul. Dokumentasi empiris pun menunjukkan keterkaitan antara aspek fisiologis dan psikis dalam proses penyembuhan.

Kembali ke herd immunity. Sistem kekebalan tubuh atau imunitas dibentuk oleh sebab alami, oleh tubuh itu sendiri.

Pasien yang terinfeksi oleh bakteri dan virus yang kemudian sembuh akan menjadi kebal. Sedangkan, pasien yang daya tahan tubuhnya lemah perlu diberi vaksinasi atau pengobatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved