Breaking News:

Pak Presiden, Indonesia Jangan Di-Lockdown!

Maka dari itu, mohon Pak Presiden mempertimbangkan kembali tawaran dari WHO tersebut. Mohon Indonesia jangan di-lockdown!

Editor: Alza Munzi
Istimewa/dokumen pribadi
Zamal Nasution 

Apabila daya tahan tubuhnya tidak kuasa, maka akan dicatat sebagai peristiwa kematian yang disebabkan oleh serangan virus atau bakteri.

Sehingga, dunia medis perlu mencari penyebab peristiwa tersebut. Tubuh mengenali virus dan bakteri tersebut dan punya mekanisme otomatis untuk menyembuhkan sebelum menjadi infeksi yang serius.

Untuk individu yang belum pernah terinfeksi dan sembuh, teknologi memungkinkan imunitas dibentuk atau didorong dengan cara menyuntikkan virus yang telah dilemahkan atau vaksinasi.

Untuk pilihan vaksinasi, hingga hari ini belum ada vaksin yang dipastikan menyembuhkan pasien dari infeksi virus COVID-19 ini.

Maka, pilihan yang tersedia dari herd immunity adalah kekebalan yang terbentuk akibat tubuh penderita pernah terpapar atau terinfeksi virus ini. Imunitas terbentuk saat tubuh menang atas serangan virus ini.

Keterkaitan antara herd immunity dan kearifan lokal dapat dijelaskan dari sisi demografi dan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Melihat fakta pelayanan kesehatan di Indonesia, maka ada benarnya jika umumnya daerah dengan tingkat kematian bayi tertinggi atau tingkat harapan hidup terendah selalu di wilayah miskin dan tertinggal.

Seperti istilah teori Darwin, penduduk yang mampu melewati rintangan tingginya tingkat kematian bayi di propinsi Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat adalah mereka survivor of the fittest. Mereka lolos dari seleksi alam, akibat minimnya fasilitas medis dan pengetahuan orang tua terhadap kehamilan.

Bayi yang sempat terlahir dan meninggal sebelum usia 1 tahun atau 5 tahun, mereka mungkin bisa bertahan hidup apabila terlahir di Provinsi Bali atau Yogyakarta.

Dua propinsi terakhir berpredikat propinsi dengan angka kematian bayi terendah di Indonesia. Mereka yang bertahan hidup, akan lebih awal meninggal jika mereka tinggal di Provinsi Sulawesi Barat atau Papua. Sebaliknya, mereka akan lebih lama hidup jika berada di Provinsi Yogyakarta atau Jawa Tengah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved