Virus Corona di Bangka Belitung

BREAKING NEWS: WNA Asal Bangladesh Negatif Covid-19 Akhirnya Meninggal Dunia

Terkait ada satu warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang diisolasi di RSUP Ir Soekarno Bangka Belitung, ternyata Minggu (29/3/2020) meninggal

bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Tampak luar ruang isolasi pasien diduga terinfeksi corona di RSUP Ir Soekarno Hatta Babel 

Tak hanya itu, pihak kecamatan dan tim kemudian berupaya untuk segera mengevakuasi sisa WNA yang berada di Belinyu, ketika itu.

"Sehingga pukul dua pagi tadi setelah koordinasi dengan gugus kerja kabupaten dan gugus kerja provinsi, akhirnya sisanya lima orang yang ada di tempat ibadah itu dievakuasi...," lanjut Syarli.

Syarli menegaskan, pihaknya pagi tadi kembali berkoordinasi dengan Gugus Babel untuk ditindak-lanjuti, terkait dugaan Covid 19 yang dimaksud.

"Yaitu untuk diawasi dan dikarantina tujuh orang (lainnya). Mereka (WNA Banglades) jumlahnya delapan orang, bukan tujuh....Hari ini kami menyemprot ulang (disinfektan) (di masjid yang ada di Kecamatan Belinyu)...," tegas Syarli memastikan kegiatan penyemprotan dilakukan oleh beberapa tim atau pihak, temasuk Ormas dan relawan di wilayah setempat.

Satu Warga Bangladesh Demam Tinggi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Muhammad Ansori Muslim membenarkan ada delapan orang warga negara asal Bangladesh yang sedang menetap di Masjid Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Saat ini delapan warga negara Bangladesh sudah diamankan karena di antara mereka diduga mengalami demam tinggi.

"Petugas dari Puskesmas Belinyu sudah mendatangi dan membawa warga Bangladesh yang sakit ini ke rumah sakit umum daerah Depati Bahrin Sungailiat. Warga Bangladesh ini masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP). Nanti pihak Dinas Kesehatan yang bisa menetapkan status pastinya," kata Ansori saat jumpa pers di sela-sela kegiatan penyemprotan desinfektan di RRI Sungailiat, Minggu (22/03/2020).

Ditambahkan sementara ini tujuh orang temannya yang lain juga harus dilakukan evakuasi untuk dikarantina sesuai SOP dari Dinas Kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

"Memang informasi soal warga Bangladesh yang diduga sakit ini sudah cukup vital di medsos dan juga kami sudah mendapatkan laporan ini dari Camat Belinyu. Status warga ini selanjutnya silahkan ke Dinas Kesehatan yang bisa menjelaskan teknisnya," imbuh Ansori.

WNA Bangladesh PDP Corona Sempat Minta Ekstra Puding

Direktur RSUP Ir. Soekarno Kepulauan Bangka Belitung dr. Armayani Rusli mengatakan, pasien 03 warga negara asing (WNA) asal Bangladesh yang saat ini sedang diisolasi di RSUP Ir. Soekarno masih dalam perawatan.

"Masih diberi oksidasi, karena dia menggunakan bahasa yang tidak kita mengerti, digunakan bahasa Bangladeh yang merawat menggunakan bahasa Bangka sehingga tidak tahu bisa mengerti sepenuhnya apa yang dia ucapkan," ungkap Armayani kepada Bangkapos.com, Senin (23/03/2020)

Dia mengatakan, pasien 03 dari Bangladesh tersebut termasuk pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kemarin kita sudah periksa juga mereka itu delapan orang ternyata, kita sudah perikasa juga kelapangan di lokasi mereka di masjid yang berada Belinyu tempat pertemuan jamaah tabligh," ujarnya

Dia juga menuturkan, pihak rumah sakit juga sudah mengambil sample swab dan semua sample darah dari pasien 03.

"Sudah kita ambil semua sample darahnya, berikut sample swab nya juga sudah kita ambil pagi tadi, terus sudah kita kasih jus dia dan ekstra puding dia yang minta," tuturnya

Dia menambahkan, yang masuk dalam pasien isolasi dan berstatus (PDP) tersebut satu orang saja, sisa tujuh rekannya dalam pemantauan (ODP).

"Sisanya itu tetap kita monitor, cuma nanti kalau mereka menunjukan gejala positif sisanya itu kita pulangkan, kita laporkan ke Gubernur nanti prosedur-prosedurnya seperti apa," jelasnya

Jejak WNA Bangladesh Ditelusuri

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Muhammad Ansori Muslim mengatakan jejak asal delapan orang warga negara Banglades di Pulau Bangka saat ini sedang didalami Tim Gugus Kendali Covid-19 Kabupaten Bangka.

"Memang semalam satu warga Bangladesh sudah dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat, sedangkan tujuh orang lainnya sudah dikarantina. Sementara ini jejak-jejak mereka sedang ditelusuri sudah kemana saja mereka selama berada di Pulau Bangka ini. Bila sudah diketahui selanjutnya masjid-masjid yang disinggahi mereka ini akan dilakukan sterilisasi," kata Ansori.

Diharapkannya masyarakat Kecamatan Belinyu saat ini jangan resah karena Masjid tempat mereka menginap semalam sudah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan desinfektan," harap Ansori.

Pemantauan Wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Muhammad Ansori Muslim mengungkapkan situasi pemantauan Virus Corona Desease atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Bangka hingga Minggu (22/03/2020) tercatat ada 14 orang.

Rinciannya 10 orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), 3 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 1 orang Pasien Negatif.

"Saat ini status Pasien Positif Covid-19 memang belum ada di Kabupaten Bangka namun kita tetap selalu waspada dan terus berusaha melakukan antisipasi penyebaran penularannya di Kabupaten Bangka," kata Ansori saat jumpa pers disela-sela kegiatan penyemprotan desinfektan di RRI Sungailiat, Minggu (22/03/2020).

Bagi warga Kabupaten Bangka yang diduga sudah melakukan interaksi seperti bersentuhan atau berdekatan dengan orang yang memiliki gejala-gejala pemantauan Covid-19 maka sesuai SOP harus dilakukan perhatian khusus.

"Selama 14 hari ke depan orang yang sudah melakukan interaksi dengan yang bersangkutan seharusnya dilakukan isolasi. Seperti orang yang baru pulang bepergian dari daerah atau negara yang sudah ditetapkan WHO maka orang ini masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan)," tegas Ansori.

(Bangkapos.com Cici Nasya Nita/Ramandha/Edwardi/Andini Dwi Hasanah/ Fery Laskari)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved