Virus Corona di Bangka Belitung

Tim Forkopimda Bangka Terkejut Sidak Posko Gugus Tugas Covid-19, Staf: Anggaran Belum Turun

Posko bersama gugus tugas ini juga belum memiliki mobil operasional, alat pelindung diri (APD) tidak kelihatan sama sekali, dan peralatan lainnya.

bangkapos.com / Edwardi
Tim Forkopimda Kabupaten Bangka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bersama Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka di Kantor BPBD Kabupaten Bangka usai menghadiri rapat paripurna DPRD Bangka, Senin (30/03/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim Forkopimda Kabupaten Bangka melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Bersama Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka di Kantor BPBD Kabupaten Bangka seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Bangka, Senin (30/03/2020).

Tim ini dipimpin Ketua DPRD Bangka Iskandar, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Kepala Pengadilan Negeri Sungailiat, Danlanal Babel, Kalapas Sungailiat, Kepala LP RRI Sungailiat.

Sebelum memasuki Posko Bersama, Tim Forkopimda dan sejumlah wartawan harus melewati Chamber Disinfektan dan wastafel cuci tangan dengan sabun, selanjutnya diterima seorang staf posko, karena kepala posko yang juga Kepala Pelaksana BPBD Bangka M Ansori Muslim sedang tidak ada di tempat.

Dalam dialog dengan staf posko di bawah tenda konferensi pers, terlihat Tim Forkopimda Bangka terkejut melihat sarana dan prasarana yang kurang (minim) di dalam dan areal posko.

" Mana stok masker, sarung tangan, baju APD, ruangan khusus apabila tiba-tiba datang orang diduga terpapar wabah Covid-19, kok nggak ada ya, minim sekali ya peralatan di posko ini, mana petugas kesehatannya," tanya Ketua DPRD Bangka, Iskandar.

Sementara staf posko terlihat menjawab apa adanya.

"Sampai saat ini tidak ada petugas dari Dinas Kesehatan yang bergabung di posko ini, anggaran untuk posko sampai saat ini belum turun, infonya sekitar beberapa hari lagi," ujar staf posko.

Seusai sidak, Ketua DPRD Bangka Iskandar mewakili Tim Forkopimda Bangka mengaku mengapresiasi telah dibentuknya Posko Bersama ini.

" Kami melihat memang masih banyak peralatan-peralatan untuk penanganan wabah Covid-19 ini sangat jauh sekali kurangnya untuk memenuhi standar posko gugus tugas penanganan wabah Covid-19. Karena posko ini merupakan call center yang harus memiliki peralatan yang lengkap," kata Iskandar.

Ditambahkannya, posko bersama gugus tugas ini juga belum memiliki mobil operasional, alat pelindung diri (APD) tidak kelihatan sama sekali, dan peralatan lainnya.

"Kita berharap Kepala Posko Bersama Gugus Tugas segera mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk posko ini, karena posko ini dibutuhkan bukan hanya untuk satu dua bulan saja, tetapi sampai selesai penanganan virus Corona ini," ujar Iskandar.

Diharapkannya, posko bersama gugus tugas ini bukan hanya untuk menangani wabah virus Corona saja, tetapi juga untuk menangani semua wabah penyakit lainnya.

" Pemerintah selalu siap tapi mungkin ada keterlambatan dan kelengahan dalam administrasi, karena penganggaran untuk penanganan wabah Covid-19 ini sudah disiapkan sekitar Rp 38 miliar, tadi kita tanya dengan staf posko mungkin 1-4 hari ke depan anggaran baru turun," imbuhnya (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved