Berita Pangkalpinang

Wisatawan Berkurang Akibat Virus Corona, Toko Oleh-Oleh My Snack Bangka Minim Pembeli

Dampak wabah virus corona di Bangka Belitung sangat dirasakan toko oleh-oleh khas Bangka, wisatawan berkurang, pembeli minim

Bangka Pos / Nordin
Siti, pramuniaga di toko oleh-oleh khas Bangka di Pangkalpinang (my snack) menunjukan sarang walet yang sudah di kemas dan siap jual, Sabtu (16/5/2016) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ditengah merebaknya isu virus Corona saat ini sangat dirasakan oleh beberapa pemilik usaha yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang.

Satu diantaranya yaitu toko oleh-oleh makanan khas Bangka yaitu My Snack yang beralamat di Kampung Bintang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang.

Dampak tersebut sangat dirasakan oleh pihak My Snack dan tentunya pemiliknya yaitu Harsono.

Menurut Harsono, saat ini toko oleh-oleh yang ia kembangkan sangat minim pembeli atau sepi di tengah isu Corona.

Toko oleh-oleh khas Bangka (My Snack) di Kampung Bintang Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang
Toko oleh-oleh khas Bangka (My Snack) di Kampung Bintang Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang (Bangkapos.com/Widodo)

Selain itu, Eko sebagai karyawan di My Snack Bangka (toko oleh-oleh) juga menyampaikan beberapa hal tersebut terkait dampak dari adanya Virus corona.

"Tentunya kunjungan wisatawan saat ini kurang, masih ada, tapi yang lokalnya dan itupun beli untuk keperluan pribadi," ujar Eko kepada Bangkapos.com, Senin (30/3/2020).

Dikatakan Eko, pasokan makanan yang tersedia di My Snack ini tetap ada dan dikatakan cukup banyak jumlahnya yang beragam jenis.

Produk ini sendiri memang dihasilkan dari UMKM yang ada di wilayah Bangka Belitung, misalnya dari Belinyu, Kurau, Sungailiat atau beberapa daerah sekitar Pangkalpinang.

Produk kacang-kacangan menu lebaran di Toko My Snack, Jalan Achmad Rosidi Hamzah no.200 Pangkalpinang.
Produk kacang-kacangan menu lebaran di Toko My Snack, Jalan Achmad Rosidi Hamzah no.200 Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Khamelia)

Terkait isu yang saat ini telah banyak merugikan masyarakat menurut Eko, dampak ini tidak hanya dirasakan oleh pihaknya, tetapi untuk semua toko pasti mengalami hal yang sama yaitu sepi konsumen.

Diakuinya, daya beli masyarakat sangat menurun, bahkan 50 persen turunnya. Sebelumnya ada isu Corona setiap hari lumayan ramai, namun sekarang sedikit pembeli.

Harapan Eko, kedepannya semoga cepat teratasi masalah virus ini, supaya bisa bangkit lagi usaha ini, lebih maju lagi dan tentunya ketakutan masyarakat juga hilang.

Bangkapos.com / Widodo

Penulis: Widodo
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved