Virus Corona di Bangka Belitung

Dampak Covid-19, Sejumlah Perusahaan Sawit Tak Ekspor, Dinas Upayakan Solusi untuk Petani Babel

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Provinsi Bangka Belitung Juaidi mengatakan, dampak covid-19 memang begitu diraskan oleh para petani sawit di Babel.

(BANGKA POS / DEDY Q)
Foto Kepala Dinas Pertanian Kep. Babel Juaidi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Provinsi Bangka Belitung Juaidi mengatakan, dampak covid-19 memang begitu diraskan oleh para petani sawit di Babel.

Pasalnya, ada beberapa perushaan sawit yang tidak lagi melakukan ekspor.

"Karena permintaan dari luar pun tidak ada, mereka juga jadi tidak beli, petani kita memang masih tetap beraktivitas di kebun masing-masing cuma yang menjadi masalah saat ini minim yang mau membelinya," ujar Juaidi kepada Bangkapos.com, Selasa (31/03/2020)

Dia menuturkan, sedang pihaknya dan kementerian mencarikan upaya agar para petani sawit yang berpenghasilan dari penjualan sawit saja tersenut mendapatkan pengahsilan yang lain.

"Saat ini kita sedang menacarikan upaya untuk mereka mendapatkan insentif dengan kegiatan padat karya dari pusat, sehingga nanti dari mereka ada pengahsilan lain seperti itu dalam masa bencana covid-19 ini, sekarang ini kita lagi mendorong agar petani tetap beraktivitas, yang terkendala itu ekspornya, negara tujuan kita juga menjadi masalah," bebernya

Dia menyebutkan, dari 14 perusahaan kelapa sawit di Bangka Belitung hampir semuanya bermasalah di eksportir.

"Kecuali untuk perdagangan antar pulau, sebagian perusahaan itu masih beroperasi, yang menjadi masalah itu ekspornya saja, otomatis permintaan berkurang, jadi yang mengambil atau pengepul juga mengurangi," paparnya

Dia pun berharap, dengan kondisi seperti ini, para petani agar tetap bisa beraktivitas dan pemerintah tetap memberikan bantuan benih ataupun pupuk.

"Kalau kondisi seperti ini tentu yang harus kita tekankan agar para petani bisa beraktivitas, harus tetap kita laksanakan intensif-intensif dari pemerintah baik berupa bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian, dan juga mendorong kegiatan-kegaiatan bersifat padat karya bagi para petani," ujarnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved