Virus Corona

JOKOWI Akan Terapkan Darurat Sipil Apabila Terjadi Hal Seperti Ini, Berikut Syarat dan Penerapannya

JOKOWI Akan Terapkan Darurat Sipil Apabila Terjadi Hal Seperti Ini, Berikut Syarat dan Penerapannya

Diskominfo Babel
Presiden Jokowi memberi arahan kepada 34 Gubernur se-Indonesia dalam menghadapi Covid-19 melalui video conference, yang Selasa (24/3/20) 

BANGKAPOS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal darurat sipil dalam rapat terbatas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (30/3/2020).

Jokowi menyebut, kebijakan darurat sipil dapat dilakukan bersamaan dengan pembatasan sosial (physical distancing).

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19, sehingga butuh upaya dengan skala lebih besar.

 
"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi," kata Jokowi.

"Sehingga, tadi sudah saya sampaikan, perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil," tuturnya.

Dijelaskan kemudian oleh juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, penerapan darurat sipil masih dalam tahap pertimbangan dan belum diputuskan.

Dikutip dari Kompas.com, penerapan darurat sipil adalah langkah terakhir yang baru akan digunakan jika penyebaran virus corona Covid-19 semakin masif.

"Penerapan Darurat Sipil adalah langkah terakhir yang bisa jadi tidak pernah digunakan dalam kasus Covid-19," kata Fadjroel dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2020).

Lantas, apa sebenarnya darurat sipil?

Darurat sipil adalah status penanganan masalah sebagaimana diatur dalam Perppu Nomor 23/1959 tentang Penetapan Keadaan Bahaya yang terbit pada era Presiden RI Soekarno.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved