Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Panik Berlebihan karena Covid-19 Bisa Berdampak Pada Kesehatan Fisik, Berpikirlah Positif!

Ia menyebutkan, dampak buruk jika seseorang cemas, takut dan panik berlebihan, jelas akan ada kekacauan di dalam diri seseorang.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Dedy Qurniawan
istimewa
Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha mengatakan rasa takut, cemas, dan panik memang tak bisa dihindarkan jika melihat perkembangan wabah Covid-19.

Apalagi bila dilihat sekarang sudah sampai 1.528 kasus menyebar di seluruh Indonesia dan khususnya ada pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Bangka Belitung.

"Sebagai seorang manusia biasa tentunya rasa takut, cemas dan panik pasti ada, apalagi ini diberitakan bisa mengacam jiwa tapi banyak juga yang bisa sembuh dari sakit ini," ujar Siska saat dihubungi bangkapos.com, Selasa (31/3/2020).

"Maka rasa (takut, cemas, panik) sebaiknya tidak berlebihan karena jika rasa tersebut sudah berlebihan maka akan berdampak pula pada kesehatan psikologis. Cemas yang berlebihan bisa menjadi anxiety disorder (gangguan kecemasan)," lanjutnya.

Ia menyebutkan, dampak buruk jika seseorang cemas, takut dan panik berlebihan, jelas akan ada kekacauan di dalam diri seseorang.

Sebab, yang dirasakan seseorang saat mengalami cemas, takut dan panik berlebihan itu akan berdampak pula ke kesehatan fisik.

"Di antaranya bisa jantung berdebar kencang, gemetar, berkeringat, sesak nafas, mual, pusing dan ingin pingsan. Saat itu terjadi seseorang tidak mampu lagi mengontrol perilakunya, sulit mengambil keputusan karna tak mampu berpikir dengan jernih lagi,"kata Siska.

Ia menganjurkan agar tidak panik, sebaiknya seseorang mampu berpikir positif, memang diakuinya diluar sana ada sesuatu yang mengancam. Namun sebaiknya ikuti arahan pemerintah untuk selalu berada dirumah.

Jika memang harus terpaksa keluar rumah maka pastikan kita membatasi diri untuk menjaga jarak minimal 1 meter dan tidak menyentuh wajah saat tangan belum dicuci dengan sabun serta segera pulang jika urusan pentingnya sudah selesai, sesampai di rumah langsung mandi dan pakaian kotor segera dicuci.

"Tentunya tidak pernah lupa terus berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Selanjutnya yang harus dilakukan tetap nikmati hari-hari bersama keluarga dirumah, bangun kedekatan yang intens (quality time), yang menumbuhkan rasa bahagia karena saat rasa bahagia muncul maka perasaan takut dan panik tadi akan menghilang," jelasnya.

Jika memang perasaan itu terus menghantui artinya sampai sulit tidur, selalu resah jadi mengurung diri di dalam kamar maka sebaiknya cari bantuan dengan psikolog-psikolog yang siap membantu.

Dalam hal ini Ikatan Psikolog Klinis Bangka Belitung bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Bangka Belitung yang membuka layanan konseling terkait penanganan Covid-19 via Whatsapp jika memang masyarakat membutuhkan layanan tersebut bisa langsung menghubungi.

"Saran bagi masyarakat stay at home itu penting, jaga kesehatan fisik dengan olahraga dan makan makanan bergizi ditambah asupan vitamin serta tidak lupa menjaga kesehatan mental dengan biasakan berpikir positif (hal-hal yang baik tidak berprasangka buruk) bahkan ciptakan suasana yang penuh bahagia di rumah,"tuturnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved