Virus Corona di Bangka Belitung

Stok Beras di Pangkalpinang Cukup untuk Tiga Pekan ke Depan, Molen Jamin Ketersediaan Aman

Pangkalpinang memiliki stok beras sebanyak 1900 ton dan diestimasikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga pekan ke depan.

Bangkapos/irakurniati
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kota Pangkalpinang memiliki stok beras sebanyak 1900 ton dan diestimasikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga pekan ke depan.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menyatakan, pasokan beras dari distributor tersebut pun secara berkala selalu didatangkan untuk mensuplai kebutuhan masyarakat.

Molen menjamin, stok masih aman dan tidak sulit untuk didapatkan.

Hanya saja, pada kebutuhan pokok, komoditi gula pasir dan bawang putih sulit didapatkan karena pasokan dari pemasok di pusat pun terbatas.

Bahkan kedua komoditi ini dijual di atas HET (harga eceran tertinggi).

"bukan hanya segitu, penambahan stok akan bertambah. Dipastikan aman," kata Molen, Selasa (31/3/2020).

Molen menyebut, OPD terkait tentunya telah menggandeng Bulog maupun distributor sembako untuk pemenuhan kebutuhan ini.

Pemkot juga menyiapkan skema untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pra sejahtera, yang berdampak bagi ekonomi mereka akibat pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, pemkot siap memberi bantuan sembako kepada ribuan masyarakat kurang mampu, jika kemungkinan terburuk keadaan ekonomi yang meresahkan.

"nanti akan didata kembali berapa yang menerima itu. Dari jauh hari kita persiapkan data dan solusinya. Yang penting masyarakat ini bisa makan," ujar Molen.

Selain kepada warga kurang mampu, Molen menuturkan, bantuan sembako juga diprioritaskan bagi pelaku UMKM untuk keberlangsungan ekonominya.

Pemkot, menurut dia, berupaya mengantisipasi dampak dari pandemi corona ini.

Dia mengatakan, masyarakat ditengah kondisi saat ini, diimbau untuk tidak memborong kebutuhan pokok secara berlebihan tanpa tujuan dan kepentingan yang jelas.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang melakukan penimbunan maupun memborong secara berlebihan, karena kepanikan terhadap Covid-19.
(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved