Advertorial

Akun Medsos Ariwibowo Minta APD ke Raffi Ahmad dan Nagita Bukan Petugas Medis Bateng

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah (Bateng) tegaskan tidak pernah mengintruksikan petugas medis minta Alat Perlindungan Diri (APD)

ist
Kepala Dinkes Bateng, dr Bahrun siregar: Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah (Bateng) tegaskan tidak pernah mengintruksikan petugas medis minta Alat Perlindungan Diri (APD) ke Raffi Ahmad dan Nagita melalui live streaming youtube Rans Entertaiment. 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah (Bateng) tegaskan tidak pernah mengintruksikan petugas medis minta Alat Perlindungan Diri (APD) ke Raffi Ahmad dan Nagita melalui live streaming youtube Rans Entertaiment.

Pihak Dinkes Bateng juga telah menelusuri akun media sosial (medsos) bernama Ariwibowo mengaku petugas medis Bateng, dan hasil kroscek nama-nama petugas medis ke Puskesmas, RSUD Bateng dan Dinkes Bateng tidak ada yang bernama Ari wibowo tersebut.

"Akun Ari wibowo yang berkomentar di kolom Youtube Rans Entertainmet saat live itu kami tegaskan bukan petugas kesehatan kami," kata Kepala Dinkes Bateng, dr Bahrun siregar sutrisno, Rabu (1/4).

Bahrun mengaku keberatan nama petugas medis Bateng dibawa-bawa. Sebab, pihaknya sendiri telah menganggarkan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) melalui APBD Bateng 2020 senilai Rp. 7 Miliar dan dalam waktu dekat pihak Kecamatan, Desa dan Kelurahan juga melakukan pergeseran anggaran 20 persen bidang pemberdayaan masyarakat.

"Toh kalau memang minta CSR ke pihak swasta juga harus satu pintu, bukan atas nama individu seperti akun Ariwibowo ini membawa nama petugas medis Bateng," tegasnya.

Selaku Jubir Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Bahrun mengatakan sebanyak 280 Rapid Tes sudah tiba di Dinas Kesehatan Bateng, yang mana rapid tes ini nantinya akan dibagikan ke berbagai rumah sakit dan puskesmas se Bateng.

"Nantinya ini akan selektif dilakukan pengetesan melakukan rapid tes, karena kalau mau di tes semua takutnya nanti tidak cukup, misalnya ODP tapi badannya panas, batuk, dan sesak nafas. Mungkin itu yang akan dites," ujar Bahrun.

Ia mengatakan jika 280 rapid tes yang ada saat ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Babel, sedangkan rapid tes yang dipesan oleh pihaknya sebanyak 2000 buah rapid tes belum datang.

"Untuk APD berupa baju hazmet bagi tim medis saat ini sudah ada 165 baju hazmet, terdiri dari 85 baju bantuan provinsi dan 80 baju merupakan pesanan dari pihaknya," pungkas Bahrun. (*)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved