Virus Corona di Bangka Belitung

Babel Masuk Zona Kuning, MUI dan Ormas Islam Sepakat Shalat Jumat Diganti Shalat Zuhur di Rumah

Merujuk kepada fatwa MUI No. 14 Tahun 2020, kondisi saat ini di Babel telah tidak kondusif lagi, sebab virus tersebut sudah memasuki ke Babel

(bangkapos/agus nuryadhyn)
Ketua MUI Babel Dr Zayadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung H Zayadi mengatakan, berdasarkan hasil rapat hari ini, Rabu (01/04/2020) pihaknya telah memperbaharui kesepakatan bersama majelis ulama indonesia dan Ormas islam di provinsi Bangka Belitung untuk menganti sholat jumat dan sholat lima waktu berjamaah digantikan di rumah saja.

"Pada hari ini kami telah merubah kondisi penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bungka Belitung dari zona hijau menjadi zona kuning, kami sudah membuat kesepakatan agar pelaksanaan sholat jum'at di wilayah Babel digantikan dengan sholat zuhur di rumah masing-masing," ujar Zayadi kepada Bangkapos.com, Rabu (01/03/2020).

Dia mengatakan, merujuk kepada fatwa MUI No. 14 Tahun 2020, kondisi saat ini di Babel telah tidak kondusif lagi, sebab virus tersebut sudah memasuki wilayah Babel.

Tak hanya itu, untuk sholat lima waktu juga tidak dilakukan di masjid secara berjamaah tetapi adzan tetap dikumandangkan sebagai tanda tibanya waktu sholat.

"Sholat lima waktu juga disarankan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing saja, kondisi ini kita terapkan sampai dengan kondisi normal yang diumumkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," tuturnya

Dia menuturkan, pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat Bangka Belitung untuk menjadikan rumah sebagai tempat ibadah sekarang.

"Jadi sholat berjamaah dirumah, sholat jumat digantikan dengan sholat zuhur dirumah, untuk tiga kali berturut-turut tidak sholat jumat dikatakan murtad itu dalam keadaan normal, tetapi kalau ada situasi seperti ini ya tidak masalah," jelasnya

Dia menyebutkan, Wabah penyakit seperti ini juga pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Bedanya, dahulu wabah yang menular adalah penyakit lepra.

"Nabi pun dulu ketika dalam situasi darurat dan membahayakan kesehatan, memperbolehkan untuk tidak sholat jumat, apalagi virus seperti ini yang mengancam," ujarnya

Menurutnya, dalam beragama ini yang paling terpenting adalah wajib menjaga diri, jauh lebih penting dari perwujudan keagamaannya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved