Berita Pangkalpinang

Berharap Corona Cepat Berlalu, Omzet Warung Ayam Jimbronk Turun Sampai 60 Persen

Omzet Warung Makan,Ayam Jimbronk dalam kurun waktu satu bulan dari adanya Covid-19 mengalami penurunan

Bangkapos.com/Widodo
Warung Ayam Jimbronk 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Omzet Warung Makan,Ayam Jimbronk dalam kurun waktu satu bulan dari adanya Covid-19 mengalami penurunan, yang paling sangat dirasakan mulai pertengahan Maret sampai sekarang  ini lebih terasa.

Hal itu berdasarkan pernyataan dari Pemilik Usaha Ayam Jimbronk, Muhammad Azmi atau yang lebih akrab disapa Jimmy Jimbronk.

"Dampak yang kami rasakan adalah 50 sampai 60 persen turunnya omzet. Kalau usaha teman ada yang 70 sampai 80 persen," kata Jimmy kepada Bangkapos.com, Selasa (31/3/2020).

Menurut Jimmy, bulan April juga diperkirakan kondisi belum membaik, analisis para ilmuan puncak Corona kita itu di akhir bulan Mei dan ekonomi mulai pulih itu diperkirakan Oktober.

Muhammad Azmi (Jimmy Jimbronk) saat ditemui Bangkapos.com
Muhammad Azmi (Jimmy Jimbronk) saat ditemui Bangkapos.com (bangkapos.com / Widodo)

Dengan hal itu harapan Jimmy setelah lebaran sampai Oktober usaha yang ia kembangkan merangkak naik.

Saat ini memang Warung Ayam Jimbronk ini bisa dikatakan cukup sepi apabila dibanding dengan sebelumnya.

Hal ini dikarenakan oleh pengaruh dari isu Covid-19 dan memang ada imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

"Pengaruhnya ada hubungan dengan pemerintah juga bahwa ada himbauan kepada masyarakat untuk menahan diri di rumah saja dan membatasi jam operasional warung-warung, jadi otomatis orang-orang yang pertama itu menahan duit (kurangi belanja) dan memang daya beli masyarakat menurun, ketiga memang orang mulai belajar masak dirumah," jelasnya.

Diakuinya saat ini lifestyle-nya berubah karena kantor libur, anak-anak sekolah libur, palingan yang agak ramai pasar pagi sama pasar besar. Sedangkan di warung-warung terdampak sepi.

Warung Ayam Jimbronk Bukit Merapin.
Warung Ayam Jimbronk Bukit Merapin. (Bangkapos.com/Widodo)

Dia mengatakan, kebanyakan warung-warung telah menerapkan konsep delivery, namun tidak signifikan dampaknya.

"Yang paling penting untuk kita selaku pengusaha adalah selain pemerintah mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok tadi terkait keluhan masyarakat, suplai warung. Pemerintah mampu menjamin stok, karena di Bangka Belitung ini bahan baku tergantung dari luar, itu harapan kita," ucap Jimmy.

"Kalau mengharapkan daya beli masyarakat sepertinya apabila harga komoditas lada, sawit, karet dan timah murah ya akan tetap seperti itu (minim pembeli)," keluhanya. (Bangkapos.com/Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved