Berita Pangkalpinang

Dampak Covid-19, Penumpang Bus Jurusan ke Kabupaten Bangka Selatan Sepi

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com, di Terminal Girimaya, banyak bus tujuan Pangkalpinang-Toboali (Basel) kosong penumpang.

Bangkapos.com/Ramandha
Bus jurusan ke Bangka Selatan di Terminal Girimaya Pangkalpinang, Rabu (1/4/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Berdasarkan pantauan Bangkapos.com, di Terminal Girimaya, banyak bus tujuan Pangkalpinang-Toboali (Basel) kosong penumpang.

Hal ini merupakan dampak dari pandemi virus corona yang dirasakan berbagai negara termasuk di Indonesia.

Apalagi saat ini adanya status darurat kesehatan masyarakat yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia (RI) melalui keppresnya, serta pemberlakuan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terhitung belum lama ini.

Selain itu juga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah masuk zona merah dengan terdatanya satu pasien positif Covid-19 Belitung dan satu pasien di Bangka Selatan (Basel).

Kondisi ini membuat, penampakan Jalan Raya Koba yang menuju ke arah selatan Pulau Bangka pun terlihat lengang.

Toni, pengguna jalan yang kebetulan melintas di Jalan Raya Koba mengungkapkan, kondisi jalan saat ini memang dikatakannya terbilang tidak seramai biasanya.

Dia mengaku, saat ditemui Bangkapos.com, Rabu (1/3/2020) siang, Toni terpaksa keluar rumah untuk membeli makanan santap siang ia bersama keluarga.

"Karena istri gak masak di rumah. Kalau saya sih sudah berapa hari kerja dari rumah saja. Keluar ke rumah juga bisa dihitung dalam sehari. Kadang kalau memang penting," terangnya.

Kondisi satu diantara bus tujuan Toboali yang terlihat sepi penumpang hingga pukul 11.30 WIB siang
Kondisi satu diantara bus tujuan Toboali yang terlihat sepi penumpang hingga pukul 11.30 WIB siang (Bangkapos.com/Ramandha)

Sementara itu, Yuli, satu diantara penumpang bus yang berniat menuju Toboali (Basel), saat dijumpai di dalam bus juga heran dengan kosongnya penumpang beberapa bus yang akan menuju Basel.

"Sepi sekarang. Tadi pas dari rumah sempat takut busnya sudah berangkat. Rupanya, pak sopir bilang belum akan berangkat. Ini juga sudah 1 jam belum berangkat. Nungguin penumpang," sebutnya.

Yuli menyampaikan, tujuannya ke Toboali sendiri karena adanya panggilan pekerjaan di kota yang terkenal dengan ciri khas terasinya tersebut.

Karena kebutuhan hidupnya untuk bekerja, diakui Yuli, ia pun harus memenuhi panggilan pekerjaan itu.

Walaupun sebelumnya, dia telah mengetahui adanya satu kasus positif Covid-19 di Toboali.

"Mau bagaimana lagi. Saya butuh makan, anak-anak juga. Kebetulan suami dan anak saya juga di sana bekerja. Jadi saya ikut juga. Yang penting bisa jaga kesehatan saja. Kita sih tetap berdoa bencana ini segera berlalu," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved