Berita Ekonomi

Pangkalpinang dan Tanjungpandan per Maret 2020 Alami Deflasi Sebesar 0,09 Persen

Tetapi pada kalendar tahun ke tahun (yoy) Maret 2019 terhadap Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 1,82 persen.

(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Saat Live Streaming pemaparan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami membeberkan bahwa pada Maret 2020 terjadi deflasi sebesar 0,09 persen di dua kota Pangkalpinang dan Tanjung Pandan.

"Di Pangkalpinang terjadi deflasi sebesar 0,07 persen sedangkan di Tanjung Pandan terjadi deflasi sebesar 0,13 persen. Sehingga gabungan dua kota Pangkalpinang dan Tanjung Pandan mengalami deflasi sebesar 0,09 persen,"ujar Dwi saat konferensi pers live streaming yang diikuti bangkapos.com, Rabu (1/4/2020).

Tetapi pada kalendar tahun ke tahun (yoy) Maret 2019 terhadap Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 1,82 persen.

"Di kota Pangkalpinang mengalami Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,26 persen. Sedangkan di kota Tanjung Pandan mengalami IHK sebesar 103,53 persen," sebutnya.

Dari 90 kota IHK, 43 kota mengalami inflasi dan 47 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 104,20 dan terendah terjadi di Pekanbaru, Surakarta dan Surabaya sebesar 0,01 persen.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,91 persen dengan IHK sebesar 102,79 dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 104,40.

*Deflasi di Kota Pangkalpinang*

Deflasi di kota Pangkalpinang terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen dan kelompok transportasi sebesar 1,46 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,39 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,1 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,7 persen.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved