Virus Corona di Bangka Belitung

Perayaan Paskah 2020 Tanpa Kehadiran Umat, Hadapi Wabah Covid-19, Ini Pesan Uskup Adrianus Sunarko

Keuskupan Pangkalpinang Memutuskan Perayaan Pekan Suci 2020, termasuk Paskah dilaksanakan tanpa kehadiran umat.

Bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti
Ilustrasi - Petugas misa malam Paskah memegang lilin untuk memulai Misa Malam Paskah 2018 di Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang 

Keuskupan Pangkalpinang Memutuskan Perayaan Pekan Suci 2020, termasuk Paskah dilaksanakan tanpa kehadiran umat

BANGKAPOS.COM, BANGKAKeuskupan Pangkalpinang yang menaungi gereja Katolik di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau memutuskan agar Perayaan Pekan Suci 2020, termasuk Paskah dilaksanakan tanpa kehadiran umat.

Keputusan ini disampaikan melalui surat Uskup Keuskupan Pangkalpinang bahwa Pekan Suci yang meliputi Minggu Palma pada 4 April 2020 dan Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah serta Minggu Paskah pada 9-12 April 2020 diadakan melalui live streaming youtube dari kapel Keuskupan Pangkalpinang.

Uskup Keuskupan Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM mengatakan keputusan ini diambil untuk mencegah penularan wabah virus corona atau Covid-19.

Mgr Adrianus Sunarko OFM
Mgr Adrianus Sunarko OFM (Istimewa)

Sebelumnya selama dua pekan, Keuskupan Pangkalpinang telah meniadakan misa mingguan yang diganti dengan misa online.

“Keputusan ini kita putuskan kemarin Selasa (31/3), umat silahkan mengikuti misa dari rumah masing-masing supaya jangan ada yang berkumpul untuk menghindari kemungkinan penularan (Covid-19),” ujar Uskup Keuskupan Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko, OFM.

Meski untuk pertama kalinya Pekan Suci diadakan tanpa kehadiran umat, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM menilai tak akan mengurangi kekhidmatan ibadah Pekan Suci termasuk Paskah.

Umat diminta berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing, membuat altar sederhana dengan lilin dan salib.

Sembari meminta umat tetap khusyuk berdoa, di masa wabah virus corona atau Covid-19 yang membawa penyakit, Uskup Keuskupan Pangkalpinang menyelipkan dua pesan kepada umat Katolik.

“Pertama Umat Katolik harus mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penularan (Covid-19). Kedua umat Katolik diminta untuk membuka diri, saling menolong khususnya yang kena dampak secara ekonomis. Masih banyak yang menghadapi kesulitan, buka mata dan hati sehingga mau membuat gerakan mendukung satu sama lain,"pesan Mgr. Adrianus Sunarko.

Halaman
123
Penulis: Ardhina TS (O1)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved