Berita Sungailiat

Dituding Bakar Hutan, Dul Ketam dan Herman Tinggal Tunggu Vonis Hakim

Pengusaha di Airanyir Kecamatan Merawang Bangka, Abdullah alias Dul Ketam dan Herman, dituntut pidana penjara selama tiga bulan.

IST/Arief Kadarmo
Tampak proses sidang Terdakwa Abdullah alias Dul Ketam dan Terdakwa Herman, digelar dalam bentuk sidang jarak jauh atau dalam bentuk teleconference oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Abdullah alias Dul Ketam merasa tak bersalah, begitu juga rekannya, Herman. Nota pembelaan kedua terdakwa disampaikan melalui penasihat hukum mereka saat persidangan teleconference digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat Bangka.

Agenda sidang dilanjutkan replik-duplik dan selanjutnya perkara dugaan pembakaran hutan itu bakal diputuskan, Rabu (8/4/2020) mendatang.

Ketua PN Sungailiat Fatimah diwakili Humas Pengadilan, Arief Kadarmo kepada bangkapos.com, Kamis (2/4/2020) mengatakan berbagai agenda sidang telah dilalui di ruang sidang pengadilan setempat.

Namun pada sidang kali ini proses sidang dilakukan jarak jauh secara terpisah dalam bentuk sidang teleconfrence, Rabu (1/4/2020) kemarin.

"Terdakwa di Lapas Bukitsemut, penuntut umum di kantor kejaksaan, penasihat hukum du kantornya, sedangkan majelis hakim dan panitera pengganti di Ruang Sidang I PN Sungailiat," kata Arief Kadarmo menjelaskan seputar fakta persidangan Terdakwa Abdulah alis Dul Ketam dan Terdakwa Herman.

Agenda sidang kemarin kata Arief berupa penyampaian nota pembelaan yang dibacakan oleh penasihat hukum terdakwa dalam sidang teleconfrence.

"Intinya saat sidang teleconference kemarin, Rabu (1/4/2020), menurut penasihat hukum terdakwa bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan (JPU) dan mohon dibebaskan dari seluruh dakwaan," kata Arief menguti inti pledoi terdakwa.

Pledoi tersebut ditanggapi oleh Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka, yang mengajukan replik secara lisan. Inti replik JPU, menyatakan, mereka tetap pada tuntutan.

Begitu pula duplik yang disampaikan oleh penasihat hukum terdakwa secara lisan, menyatakan tetap pada pembelaannya.

"Selanjutnya sidang ditunda, rencananya dilanjutkan pada agenda putusan (vonis) pada Hari Rabu, Tanggal 8 April 2020 mendatang dengan video conference juga," tegas Arief Kadarmo.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved