Virus Corona

Penyeleweng Dana Penanangan Virus Corona Diancam Hukuman Mati

Penyeleweng dana anggaran penanganan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) diancam hukuman mati.

kompas.com
Ilustrasi virus corona. KPK mengingatkan penyeleweng dana anggaran penanganan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) diancam hukuman mati. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wabah virus corona menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

Dana besar pun digelontorkan untuk penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Siapa yang menyeleweng dana anggaran penanganan wabah coronavirus disease 2019 ( Covid-19 ) bakal dihukum mati.

Ancaman hukuman mati disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami sudah mengingatkan bahwa penyelewengan anggaran yang diperuntukan pada situasi bencana seperti saat ini ancaman hukumannya adalah pidana mati," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Rabu (1/4/2020).

Daftar 75 Bank dan 5 Leasing yang Beri Kelonggaran Nasabah Kredit, Ada Bank SumselBabel hingga FIF

Ali memastikan KPK bakal mengawasi pengelolaan anggaran tersebut.  KPK saat ini, katanya, terus berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk terjadinya praktik rasuah dalam pengelolaan anggaran untuk penanggulangan virus corona.

"Saat ini KPK sudah berkoordinasi dengan LKPP dan BPKP sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi dalam proses penggunaan anggaran tersebut," kata Ali.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri. (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)
Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri. (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama) 

75 Triliun untuk Kesehatan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 telah resmi diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi salah satu landasan hukum pemerintah dalam penanganan virus corona (Covid-19).

Dalam Perppu yang telah diteken dan diterbitkan pada Selasa (31/3), ada empat poin yang diprioritaskan dalam penambahan belanja dan pembiayaan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk menangani dampak wabah ini.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved