Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Terkait Penanguhan Pembayaran, BAF: Itu Restrukturisasi, Khusus Ojek Online dan Driver Online

Silahkan customer akses situs BAF di sana ada petunjuk apa yang harus dilakukannya terkait dengan hal ini.

Bangkapos.com/Widodo
Bussan Auto Finance (BAF) di Jl Jendral Sudirman, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terkait dengan kebijakan Presiden bahwa adanya penanguhan pembayaran khususnya kepada ojek online dan driver online, Admin Head di Bussan Auto Finance (BAF) Wiwin mengatakan  restrukturisasi.

"Jadi reksturisasi ini adalah ibarat kata merestruktrur yaitu penjadwalan kembali karena kredit seperti ojek online, driver online terdampak langsung itu dengan situasi ini. Namun pada umumnya semuanya terdampak," ucap Wiwin kepada Bangkapos.com, Kamis (2/4/2020).

Terkait dengan pernyataan dari Presiden tersebut, namun saat ini belum ada ojek online atau driver online datang langsung ke BAF.

"Kalau yang datang langsung ke sini belum ada karena terkait dengan penanguhan yang dimaksud. Kita semua secara online terkait dengan ajuan pemerintah bahwa tidak diharapkan berkumpul. Jadi kita membuat sedikit selebaran terkait dengan bahwa memang ada pernyataan pak presiden kita itu bukan penanguhan sih, tetapi bahasa di kitanya restrukturisasi," tambahnya. 

"Namanya di restrukturisasi dan lebih lengkapnya itu ada di website kita. Karena memang kantor pusat sudah mengkaji ini, untuk ini semua kita arahkan ke websitenya BAF," ucapnya.

Dikatakannya silahkan customer akses situs BAF di sana ada petunjuk apa yang harus dilakukannya terkait dengan hal ini.

"Kami selaku kantor cabang mengikuti intruksi dari kantor pusat. Kalau dari kita itu merestrukturisasi salah satunya dengan cara meringankan bunga, perpanjang tenornya, semua ada di website kita www.baf.id karena disana akan dijelaskan apa-apa saja poin restrukturisasi yang kita pegang," ungkapnya.

"Secara sosial dengan kita dirumahkan, kerja di rumah pasti pengaruh dengan penghasilan terutama BAF terkait kredit pasti perusahaan melihat kredit macet akan tinggi. Itulah kegunanan restrukturisasi tadi dengan keadaan yang seperti ini adanya dampak Corona tersebut jadi kita mencoba meringankan," pungkas Wiwin.

(Bangkapos.com / Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved