Minggu, 26 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Gara-gara Virus Corona, Asupan Gizi Atlet Binaraga Bangka Belitung Beralih Daging Sapi ke Ikan Bakar

Dampak negatif pandemi virus Corona Covid-19 dirasakan langsung oleh altet Bangka Belitung cabang olahraga Binaraga untuk PON 2020 di Papua.

Ist/Bahagia Musa
Berdiri di podium pertama atlet binaraga Bangka Belitung, Abdul Manan dalam Kejurnas Pra PON. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dampak negatif pandemi virus Corona Covid-19 dirasakan langsung oleh altet Bangka Belitung cabang olahraga Binaraga untuk PON 2020 di Papua.

Hal ini dikatakan langsung oleh pelatih binaraga, Bahagia Musa terutama dalam segi makanan yang menjadi faktor penting atlet binaraga.

"Gara-gara Corona atlet saya hanya makan gurame bakar, karena harga daging selangit. Atlet binaraga PON Bangka Belitung saat ini stop makan daging sapi. Harganya tidak terjangkau oleh kami. Ya jadi hanya makan ikan bakar, semoga otot-ototnya tidak menciut. Kalau latihan tetap berjalan tapi belum maksimal, karena kehabisan amunisi suplement dan daging sapi," ujar Musa saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jum'at (03/04/2020).

Lebih lanjut saat ini untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan, cabang olahraga ini menggunakan dana honor bulanan sambil menunggu dana dari KONI Provinsi Bangka Belitung.

"Sekarang ini kita dari Pelatda belum dapat biaya apa-apa kita ini, hanya dapat honor bulanan aja. Belum ada dananya katanya dari KONI Provinsi Bangka Belitung cairnya April ini. Jadi honor bulanan itu yang dipake buat beli makanan untuk latihan," jelasnya.

Namun tak hanya masalah asupan gizi makanan, jumlah latihan pun jauh berkurang dari sebelum adanya pandemi Corona Covid-19.

"Selama corona ini kita tetep latihan karena gak bisa berat-berat sehari cuma sekali aja, kalau biasanya latihan itu dua kali pagi sama sore atau malam," ungkapnya.

Sementara itu walau banyak kekurangan, Bahagia Musa tetap mentargetkan medali emas di PON 2020 di Papua.

Optimisme Musa tentunya didasari dari sederet prestasinya membawa atlet binaraga, selalu berhasil membawa medali di ajang PON.

Tak hanya prestasi pelatih, tapi melihat torehan prestasi atlet binaraga, Abdul Manan juga gemilang.

Abdul Manan sebelumya berhasil menjadi juara Asia pada 2018 dan meraih podium pertama di Kejurnas Pra PON 2019.

"Prinsip kami selalu lebih baik membawa satu ekor singa daripada membawa 10 ekor domba. Kalau untuk target sih gak akan kita lepas target medali emas. Karena kita kemarin di Pra PON sudah liat lawan-lawannya ada tiga orang itu saja. Terus ada tuan rumah tapi mereka ngandelinnya di kelas 60 dengan 70 Kg, asal jangan sama dengan tuan rumah aman lah emas kita," tegasnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved