Berita Pangkalpinang

Kisah Ardina Mengawali Jadi Penjahit di Pangkalpinang hingga Punya Brand Ardinacollection

"Awalnya saya terpaksa untuk mengikuti kursus jahit, karena keinginan orangtua dan saya percaya pilihan orangtua pasti yang terbaik untuk anaknya,"

IST / Dok. Pribadi
Penjahit rumahan, Ardina 

-Rajin dan Tekun Menjadi Kunci Yang Harus Diterapkan Seorang Penjahit

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Berprofesi sebagai penjahit bukanlah cita-cita perempuan kelahiran Balunijuk, Ardina (27).

Semenjak lulus SMP dirinya telah menjalani kurus jahit.

"Awalnya saya terpaksa untuk mengikuti kursus jahit, karena keinginan orangtua dan saya percaya pilihan orangtua pasti yang terbaik untuk anaknya," ujar Dina

Ia mengatakan, pertama kali dirinya kursus menjahit, yaitu di Bukit Merapin, Pangkalpinang di tempat penjahit Yolla.

"Setelah beberapa lama belajar kursus. Pada saat itu ada even lomba menjahit yang diadakan di Pangkalpinang dan saya pun mengikuti lomba tersebut. Sempat tidak percaya saya terpilih sebagai pemenang untuk mewakili Bangka Belitung mengikut ajang lomba di Jakarta," ungkap dina

Diakuinya, berawal dari lomba tersebut dirinya semakin termotivasi dan yakin untuk menjadi penjahit.

"Dari lomba tersebut saya tertarik untuk terus belajar menjahit dan bertekad ingin menjadi wirausaha muda yang sukses, karena pada waktu itu belum ada penjahit muda di Desa balunijuk," tutur dina

Dia mengungkapkan, setelah delapan bulan menjalani kursus, dirinya langsung bekerja di tempat kursus gurunya.

"Selama empat tahun saya bekerja dengan guru kursus dan kemudian saya mulai membuka usaha jahit sendiri di desa, mulai dari permak dan jahit baju dengan desain sendiri," ungkapnya

Halaman
12
Penulis: Sela Agustika
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved