Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Psikolog: Pembelajaran Kepada Anak Tak Hanya Pelajaran Akademik Saja, Tapi Life Skill Juga Penting

Belajar sebenarnya tidak harus mengenai aspek akademik yang harus memenuhi tuntutan kurikulum, pembelajaran bisa difokuskan untuk

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
Ist/Primalita
Dosen Prodi Psikologi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Primalita Putri Distina 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masa waktu pelajar dirumahkan ditambah dua pekan lagi sebab penyebaran virus corona atau covid-19 masih mengancam Indonesia, terkhusus Bangka Belitung.

Nah para orang tua yang mulai khawatir akan anak-anaknya tidak perlu bingung, ternyata menurut psikolog anak-anak tak hanya perlu diajarkan pembelajaran akademik saja, namun pelajaran Life skill atau bimbingan karakter dan moral juga sangat penting.

Dosen Prodi Psikologi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Primalita Putri Distina, mengatakan belajar sebenarnya tidak harus mengenai aspek akademik yang harus memenuhi tuntutan kurikulum, pembelajaran bisa difokuskan untuk mengembangkan life skill anak.

"Pembelajaran life skill atau kecakapan hidup dapat berupa membiasakan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, belajar menggunakan uang, belajar untuk merancang dan merencanakan sesuatu, dan masih banyak lagi lainnya," jelas Primalita Putri Distina kepada Bangkapos.com, Jumat (03/04/2020)

Dia menuturkan, meskipun demikian, pembelajaran akademik juga jangan sampai dilewatkan, tetap dipelajari dan temani anak belajar walaupun memang terkendala fasilitas, termasuk internet.

"Setidaknya bisa temani anak untuk membaca buku pelajaran, berdiskusi bersama, atau mengerjakan soal-soal di buku, nanti, kalo sudah masuk sekolah, bisa minta feedback dengan guru," tuturnya

Sementara itu, untuk anak-anak diwilayah desa yang keterbqtasan fasilitas dan kesusahan dengan sinyal internet.

Dia menyebutkan bisa juga diajarkan untuk bercocok tanam, berjualan (bisnis) kecil-kecilan, berkreasi membuat suatu kerajinan tangan.

"Agar anak tetap senang, berarti buatlah kondisi yang menyenangkan di rumah, kalau misalnya orangtua selama ini punya waktu yg sedikit buat anak, berarti saat pandemi ini orangtua perlu beraktifitas lebih banyak dengan anak. Kalaupun ada yg harus bekerja dari rumah, jadi kaya bikin waktu bekerja dan belajar bersama gitu, contoh: pukul 8-10 pagi saatnya ortu bekerja, 10-11 waktu menemani anak belajar.

Selain itu, menurutnya, bisa juga melakukan aktivitas lain seperti bermain bersama, menonton film bersama, memasak bersama, berkebun bersama, piknik di rumah, membaca buku dan bermain peran bersama.

"Pokoknya aktivitas yang membuat anak merasa seru, adakan pemberian reward (hadiah) misalkan saat bermain games dengan anak jika anak keluar sebagai juara," tutupnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved