Virus Corona

Hukum Menolak Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona, MUI Sebut Dua Kali Dapat Dosa

MUI menjelaskan menolak atau menghalang-halangi proses penguburan adalah hal yang salah dalam agama.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas mengangkat jenazah pasien virus corona atau Covid-19 yang meninggal untuk dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2020). Pemprov DKI Jakarta menyediakan dua taman pemakaman umum (TPU) untuk pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Ranggon. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Aksi menolak pemakaman jenazah dilarang sesuai ajaran agama Islam.

Belakangan ini di beberapa daerah terjadi penolakan terhadap pemakaman jenazah p;asien terpapar virus corona.

Majelis Ulama Indonesia ( MUI) pun beraksi atas sikap sebagian masyarakat Indonesia yang menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh menjelaskan menolak atau menghalang-halangi proses penguburan adalah hal yang salah dalam agama.

Hal tersebut dikarenakan tidak terpenuhinya hak-hak jenazah yang semestinya harus ditunaikan oleh umat muslim lainnya secara perwakilan (fardhu kifayah).

"Kemudian kita berdosa tidak menunaikan kewajiban atas hak jenazah, dengan melakukan penolakan pemakanan."

"Berarti ini dosa dua kali, dosa yang pertama tidak menunaikan kewajiban atas jenazah."

"Kemudian yang kedua menghalang-halangi penunaian kewajiban terhadap jenazah" ujar Asrorun dikutip dari channel YouTube BNPB, Sabtu (4/4/2020).

Apakah Jenazah Pasien Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus Corona?

Asrorun menilai, penolakan yang terjadi akibat ketakutan yang berlebihan dari masyarakat.

Ia mengatakan memang kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 harus ada, namun disisi lain hal tersebut perlu diiringi dengan pemahaman yang baik dan benar.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved