Breaking News:

Mengapa Tes Corona Terkesan Lama?

Penanganan pandemi Covid-19 dimulai dari metode pendeteksian, perawatan, dan pencegahan

Editor: Alza Munzi
Mengapa Tes Corona Terkesan Lama?
IST/dokumen pribadi
Annette d’Arqom, dr., PhD. (Cand.) (Pengajar FK UNAIR)

Setelah swab nasopharing, maka sel harus dipecahkan agar materi genetik dapat terbebas dari dalam sel. Ini harus dilakukan secara manual menggunakan silica membrane tube ataupun TRIzol dan dilakukan di dalam Bio Safety Laminar (BSL-2) yang dapat melindungi petugas dan lingkungan sekitar, agar virus tidak menyebar.

Begitupun melindungi sampel dari kontaminasi lingkungan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 hingga 2 jam, tergantung banyaknya sampel dan kecepatan kerja petugas.

Setelah RNA didapat, maka langkah selanjutnya adalah mengkonversi RNA menjadi cDNA atau complementary DNA yang memiliki sequence yang berpasangan dengan RNA.

Langkah ini disebut sebagai reverse transcription. Saat melakukan ini, tidak diperlukan BSL-2 karena virus sudah tidak bisa menularkan lagi, namun tentunya harus berhati-hati akan kontaminasi pada sampel, sehingga dilakukan di dalam BSL-2 lebih baik.

Waktu yang diperlukan sekitar 1.5 hingga 2 jam, tergantung banyaknya sampel dan kecepatan petugas.

Selanjutnya baru masuk ke real time PCR. Pada prinsipnya, tes ini seperti mesin fotokopi, memperbanyak daerah spesifik dari cDNA dengan menggunakan cDNA sebagai cetakannya dengan menggunakan primer atau “biang” di hilir dan hulu daerah/regio yang ingin diperbanyak.

WHO menganjurkan untuk mendeteksi 4 daerah/region, sementara CDC Amerika menganjurkan untuk mendeteksi 2 daerah/region dari SARS-Cov2.

Real time PCR ini bergantung ada fluorescence untuk mendeteksi signal. Untuk mengetes sampel, ada beberapa komponen atau bahan penting seperti reagen basa, primer dan probe berfluoresence, nucleotide, enzim, dan tentunya cDNA sampel.

RNA sampel berfungsi sebagai cetakan, primer berfungsi sebagai biang untuk memperbanyak cDNA. Selanjutnya probe yang berfluoresence, dan hanya memancarkan sinarnya jika lepas terdorong oleh proses replikasi cDNA.

Primer dan probe ini harus spesifik dan menempel pada daerah cDNA virus yang ingin diperbanyak. Nucleotide ibarat tinta pada mesin fotokopi atau batu bata saat membangun bangunan, nucleotide ini menjadi bahan untuk memperanjang primer dan membentuk daerah spesifik dari cDNA tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved