Breaking News:

Robert Alberts Kisahkan Kekecewaannya terhadap PSSI, hingga Dirinya Tak Percaya Lagi

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menceritakan kisahnya ketika mendapat kesempatan untuk melatih Timnas Indonesia di tahun 2018.

(Tribun Jabar/Deni Denaswara)
Robert Alberts dalam latihan Persib Bandung menjelang laga lawan PSS Sleman, Kamis (12/3/2020) 

BANGKAPOS.COM--Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, menceritakan kisahnya ketika mendapat kesempatan untuk melatih Timnas Indonesia di tahun 2018.

Ketika itu, Robert Alberts yang masih menjadi pelatih PSM Makassar menjadi kandidat terkuat untuk menangani Evan Dimas dkk.

Pembunuh Keji Sopir Ojol Bandung di Garut Tetap Dihukum Mati, Bandingnya Ditolak

Jenazah PDP Ini Terpaksa Dibawa Melewati Sawah, Belum Tentu Positif Covid-19, Warga Ketakutan

"Saat saya dengan PSM Makassar saya dapat tawaran dari PSSI untuk melatih timnas dan saya bilang iya dan saya dapat pemberitahuan ternyata ada 3 kandidat lainnya dan seharusnya menjadi kandidat teratas. Dan Sebenarnya saya ingin sekali menjadi pelatih Timnas Indonesia tapi ada pemilihan kembali dan ada beberapa orang baru lagi. Dan orang-orang inilah yang akan memilih pelatih timnas baru dan saya tidak masalah dengan itu dan setelah itu saya fokus dengan klub saya lagi," ujar Robert di akun resmi Youtube miliknya.

Dalam perjalanannya, Robert Alberts akhirnya ditunjuk untuk menjadi pelatih Indonesia selection yang menghadapi Islandia di Stadion Meguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 11 Januari 2018.

Namun pelatih asal Belanda ini tidak bisa memilih pemain sesuai keinginannya karena Indonesia Selection merupakan tim yang dibentuk berdasarkan polling.

"Saya ke sana satu hari sebelum pertandingan untuk latihan dulu. karena banyak pemain yang sudah lama tidak latihan dan sudah lama tidak main jadi tim nya bukan timnas sesungguhnya timnas yang sesungguhnya akan main beberapa hari kemudian melawan Islandia," katanya.

Robert Alberts menambahkan bahwa salah satu alasan dirinya menerima tawaran untuk menjadi pelatih Indonesia Selection adalah karena pertandingan berstatus persahabatan.

Bukan laga resmi internasional yang tentu saja akan berpengaruh terhadap poin di ranking FIFA.

"Saya diberitahu kalau ini adalah exhibition match. bukan standar internasional. Oleh karena itu saya ambil tantangannya dan timnya bukan hasil seleksi saya tetapi dan ini sangat menarik karena enggak banyak orang yang tahu tentang ini," katanya.

Di balik semua hambatannya ketika melatih Indonesia Selection, ada sesuatu hal yang membuat pelatih berusia 65 tahun ini sangat marah dan kesal kepada PSSI.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved