Virus Corona

Virus Corona Tidak Tahan Cuaca Panas, BMKG dan UGM Ungkap Fakta Covid-19 Mudah Mati di Negara Tropis

Indonesia yang dikenal beriklim tropis disebut-sebut tidak akan membuat virus corona bertahan lama. Benarkah?

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Saat cuaca panas di Bogor. Virus Corona disebut tidak akan bertahan lama di Indonesia ketika cuaca panas. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wabah virus corona menyebar hampir ke seluruh provinsi di Indonesia.

Indonesia yang dikenal beriklim tropis disebut-sebut tidak akan membuat virus corona bertahan lama.

Ketika suaca panas, virus corona dikabarkan cepat mati.

Benarkah cuaca panas bisa mematikan virus corona?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan kajian/penelitian tentang Pengaruh Cuaca dan Iklim dalam Penyebaran Covid-19. 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan Tim BMKG yg diperkuat oleh 11 Doktor di Bidang Meteorologi , Klimatologi dan Matematika, serta didukung oleh Guru Besar dan Doktor di bidang Mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, telah melakukan Kajian berdasarkan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur.

Prediksi Pakar soal Kapan Virus Corona Berakhir hingga Skenario Terburuk Covid-19 di Jakarta

Hasil kajian yg telah disampaikan kepada Presiden dan beberapa Kementerian terkait pada tanggal 26 Maret 2020 yang lalu ini, menunjukkan adanya indikasi pengaruh cuaca dan iklim dalam mendukung penyebaran wabah Covid-19, sebagaimana yg disampaikan dalam penelitian Araujo dan Naimi (2020), Chen et. al. (2020),
Luo et. al. (2020), Poirier et. al (2020), Sajadi et.al (2020), Tyrrell et. al (2020), dan Wang et. al. (2020), tulis Dwikorita melalui komunikasi online.

Hasil analisis Sajadi et. al. (2020) serta Araujo dan Naimi (2020) juga menunjukkan sebaran kasus Covid-19 pada saat outbreak gelombang pertama, berada pada zona iklim yang sama, yaitu pada posisi lintang tinggi wilayah subtropis dan temparate.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sementara bahwa negara-negara dengan lintang tinggi cenderung mempunyai kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tropis.

Penelitian Chen et. al. (2020) dan Sajadi et. al. (2020) menyatakan bahwa kondisi udara ideal untuk virus corona adalah temperatur sekitar 8 - 10 °C dan kelembapan 60-90%.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved