Virus Corona

Awas Gelombang Kedua Virus Corona Jika Indonesia Tak Terapkan Social Distancing Secara Ketat

Social distancing dalam skala ketat di Indonesia harus dilakukan untuk mencegah gelombang kedua virus corona.

Bangkapos.com/Yuranda
Tim gabungan saat menyampaikan imbauan kepada pengelola warnet, kafe, restoran dan tempat keramaian lainnya untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/3/2020). 

Pada kesempatan yang sama, Iwan menegaskan model untuk menghitung penyebaran Covid-19 ini bukan berdasarkan jumlah pasien.

"Iya jadi gini kami mencoba melakukan pemodelan epidemiologi."

"Kami tidak berdasarkan jumlah Covid-19 positif yang dilaporkan, tapi kami berdasarkan perjalanan penyakitnya dan pengalaman negara-negara lain," ujar Iwan.

Iwan menuturkan, jika pemerintah tidak melakukan tindakan tegas terkait Virus Corona, maka puncak Covid-19 ini diprediksi terjadi pada pertengahan April.

"Pada model kami jika pemerintah tidak melakukan apa-apa, jadi dalam skenario terburuk itu kita akan mencapai puncak dari epidemi Corona pada pertengahan April," katanya.

Meski demikian, Iwan menilai hal itu tak akan terjadi lantaran pemerintah dianggap sudah melakukan banyak hal terkait Virus Corona.

Ia menjelaskan semakin besar tindakan pemerintah terkait Virus Corona maka semakin kecil pula keparahan puncak Covid-19 di Indonesia.

"Tapi tentunya ini tidak akan terjadi karena pemerintah sudah melakukan beberapa intervensi."

"Sebenarnya kami berharap kalau pemerintah melakukan intervensi yang baik itu puncaknya berkurang," jelasnya.

Jumlah pasien tidak akan terlalu banyak jika pemerintah melakukan tindakan tegas.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved