Virus Corona

Epidemiolog Ini Sebut Cuaca dan Geografis Indonesia Tak Terbukti Hambat Penyebaran Virus Corona

Ternyata cuaca dan letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dan beriklim tropis tidak terbukti menghambat penyebaran virus corona.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi virus corona. Epidemiolog Dicky Budiman menyebut cuaca dan geografis Indonesia tidak terbukti bisa menghambat penyebaran virus corona 

BANGKAPOS.COM - Cuaca dan letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dan beriklim tropis diyakini sebagian ahli bisa menghambat penyebaran virus corona.

Pakar lain mengatakan, pendapat yang menyebut virus Covid-19 tidak akan bertahan lama pada cuaca panas dan iklim tropis, tidak ada buktinya.

Update terakhir data kasus Covid-19 di Indonesia per Minggu (5/4/2020) jumlah kasus positif virus corona sebanyak 2.273 orang, rinciannya 1.911 orang dirawat, 198 orang meninggal dan 164 sembuh.

Epidemiolog Indonesia kandidat doktor dari Griffith University Australia, Dicky Budiman bahwa temuan data dari China juga menyebut tidak ada keterkaitan antara iklim dan cuaca dengan penyebaran virus corona.

Bahkan di negara yang lebih tropis semisal, Ekuador, juga masih ditemukan kasus pasien terinfeksi virus corona.

Ekuador adalah negara di benua Amerika yang memiliki sebagian hutan Amazon dan juga dilalui garis katulistiwa.

Berdasar data JHU Covidtracker, saat ini Ekuador memiliki total kasus Covid-19 sebanyak 3.465 dengan 318 kematian.

Tak terpengaruh cuaca

Pada penelitian awal ditemukan bahwa angka reproduksi (Ro) virus corona relatif sama tingginya baik di cuaca kering, dingin, dan juga wilayah tropis dengan kelembaban tinggi seperti Guangxi, China dan Singapura.

Dicky juga memaparkan dari peneliti di Harvard bahwa mengingat vrus SARS-CoV-2 merupakan virus baru pada manusia, maka Covid-19 akan mudah menyebar di setiap musim karena manusia belum memiliki kekebalan.

Virus Corona Tidak Tahan Cuaca Panas, BMKG dan UGM Ungkap Fakta Covid-19 Mudah Mati di Negara Tropis

Karena itu dalam penelitian tersebut juga menekankan pentingnya melakukan intervensi isolasi orang yang terinfeksi, menjaga jarak fisik dan lainnya.

"Virus corona penyebab Covid-19 dapat menyebar di setiap wilayah dan lokasi geografis, sehingga upaya utama yang perlu dilakukan adalah test, trace, treat, isolate dan adaptasi perilaku pencegahan dengan mengesampingkan faktor cuaca dan geografis," kata Dicky kepada Kompas.com, Minggu (5/3/2020).

Skenario terburuk

Halaman
123
Penulis: tidakada002
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved