Liga Champions

Ini yang Terjadi Kalau Kompetisi Liga di Bawah Naungan UEFA Berhenti

UEFA kembali menekankan kepada liga-liga yang berada di bawah naungannya untuk menyelesaikan kompetisi 2019-2020

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, mengangkat trofi Liga Champions. Ia datang untuk menghadiri UEFA Champions League Trophy Tour yang diadakan Heineken di Finns Recreation Club, Denpasar, Sabtu (16/3/2019). 

BANGKAPOS.COM - UEFA kembali menekankan kepada liga-liga yang berada di bawah naungannya untuk menyelesaikan kompetisi 2019-2020 apabila tidak ingin tempat klub-klub mereka di Liga Champions musim depan terancam.

UEFA mengatakan bahwa mereka "mempunyai hak untuk meneliti kelayakan klub masuk ke kompetisi antarklub Eropa 2020-2021."

Seperti laporan Guardian, hal tersebut diungkapkan di surat UEFA kepada asosiasi anggota, liga-liga, dan klub-klub top Eropa.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin; Chairman Asosiasi Klub Eropa, Andrea Agnelli; dan Presiden Liga-liga Eropa, Lars-Christer Olsson, menekankan tekad menyelesaikan Liga Champions dan Liga Europa walau harus bermain hingga Juli-Agustus.

Namun, para petinggi ini juga mengakui bahwa skala raksasa pandemi virus corona (korona) membuat mereka tak punya gambaran jelas bagaimana mencapai tujuan tersebut sebelum medio Mei paling cepat.

Guardian pun melaporkan bahwa beberapa anggota UEFA mulai realistis dan mengatakan bahwa target menyelesaikan musim pada 30 Juni sangatlah optimistis.

Namun, Ceferin, Agnelli, dan Olsson menulis bahwa "keputusan untuk memberhentikan musim, pada fase ini, masih prematur dan tanpa justifikasi."

"Keputusan prematur untuk memberhentikan musim akan mengaburkan hak klub-klub untuk bermain di kompetisi antarklub Eropa 2020-2021 karena partisipasi di kompetisi tersebut ditentukan oleh hasil yang diraih pada musim kompetisi domestik penuh."

Surat tersebut dikirim sebagai respons UEFA setelah Liga Belgia menjadi kompetisi Eropa pertama yang mengusulkan untuk membatalkan musim ini.

Mereka akan menghadiahkan gelar juara kompetisi 2019-2020 ke Club Rugge, yang tengah unggul 15 poin dari Genk di peringkat kedua.

Surat ini juga mengingatkan bahwa "krisis kesehatan yang disebabkan oleh wabah Covid-19 belum pernah terjadi sebelumnya di masyarakat."

Namun, mereka yakin sepak bola Eropa bisa mencapai suara sebagai satu keluarga bersatu.

Hal itu berarti melakukan segalanya agar liga domestik dan kompetisi-kompetisi antarklub Eropa diselesaikan dengan format kini. (Kompas.com/Firzie A. Idris)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jika Kompetisi Berhenti, Klub Eropa Bisa Ditendang dari Liga Champions

Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved