Virus Corona di Bangka Belitung

Siswa Diminta Kreasi Membuat Masker Kain, Wali Kota Pangkalpinang Hadiahkan Tiga Unit Sepeda

Wali Kota Pangkalpinang bakal memberikan tiga unit sepeda untuk siswa-siswi di Kota Pangkalpinang yang berhasil membuat kerajinan Masker Kain

bangkapos.com/Ira Kurniati
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) bakal memberikan tiga unit sepeda untuk siswa-siswi di Kota Pangkalpinang yang berhasil membuat kerajinan tangan masker kain dengan kreasi unik.

Molen mengatakan akan mengeluarkan surat edaran untuk disampaikan ke sekolah-sekolah mengenai tugas ini.

"Daripada mereka bosan di rumah, kami tugaskan untuk buat masker. Akan saya pilih yang unik dan berikan hadiah sepeda," kata Molen, Senin (6/4/2020).

Masker buatan siswa akan dikumpulkan dan dibagikan ke masyarakat. Seperti yang diketahuinya untuk mencegah penularan pandemi Covid-19, masyarakat harus menggunakan masker

Namun masker menjadi barang yang susah ditemui karena keterbatasan. Untuk itu Molen menginisiasi upaya ini selain untuk edukasi pada pelajar, juga bermanfaat bagi masyarakat umum..

Sebelumnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang berencana menugaskan siswa-siswa SD maupun SMP membuat masker kain sebagai prakarya selama menjalani pembelajaran di rumah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Eddi Supriadi mengatakan pihaknya sedang menyusun formulasi untuk pembuatan prakarya ini.

Hasil yang dibuat oleh siswa akan diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tugas ini sebagai bentuk kepedulian siswa dan tak menjadi target penilaian.

"Bukan lomba untuk mencari nilai tapi ini kepedulian. Kami tentu akan mengapresiasi dan ini sebagai penguatan sosial," ujar Eddi beberapa waktu lalu.

Eddi menyebut pembuatan masker kain ini boleh dikreasikan sekreatif mungkin oleh siswa yang dibantu orangtua. Satu siswa mengumpulkan minimal satu helai.

Setelah masker kain selesai dikerjakan oleh siswa pengumpulannya bisa diserahkan ke guru kelas masing-masing sehingga tak menimbulkan kerumunan.

"Misalnya saja di antara siswa itu rumahnya berdekatan, ada satu orangtua yang mengumpulkan lalu dikasih ke guru," tambahnya.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved