Breaking News:

Berita Bangka Barat

DW Apresiasi Respon Cepat Bupati Bangka Barat Sikapi Keberadaan Camp Penambang TI Rajuk Selindung

Deddi Wijaya mengapresiasi respon serta langkah Bupati Bangka Barat, Markus dalam menyikapi keluhan masyaraka soal maraknya camp penambang TI

ist deddi Wijaya
Mantan anggota DPRD provinsi Babel, Deddi Wijaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mantan anggota DPRD Provinsi Babel, Deddi Wijaya mengapresiasi respon serta langkah Bupati Bangka Barat, Markus dalam menyikapi keluhan masyaraka soal maraknya camp penambang TI Rajuk di pantai si Babe Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamtan Muntok.

Bagi DW sapaan akrab Deddi Wijaya, langkah Markus menurunkan tim Forkopimcam untuk melakukan langkah persuasif ke lokasi camp penambang telah tepat.

Terlebih penambang tersebut notabenenya berasal dari Palembang Sumatera Selatan dan masuk melalui jalur transportasi ilegal seperti Speed Lidah.

"Kami apresiasi tindakan cepat Bupati yang menurunkan tim dari kecamatan. Ini langkah yang tepat menghentikan jalur keluar masuk orang selain dari Pelabuhan Resmi, karna kita tahu semua penambang yang ada di camp itu keluar masuknya lewat jalur laut menggunakan speed boat, sehingga resikonya mereka tidak akan terdata dan sulit untuk Gugus Tugas Covid 19 melakukan tindakan pencegahan terhadap virus corona itu," ujar DW melalui pesan WA, Selasa (7/4/2020)

Sementara Tokoh Pemuda Desa Air Putih, Doni mengapresiasi langkah Forkopimpcam Muntok yang telah mengimbau dan mengultimatum para penambang.

"Doni Tokoh Pemuda Air Putih menelpon saya mengapresiasi tindakan pak Camat dan juga anggota Polsek Muntok serta beberapa warga dari dusun jungku selindung yang mendampingi pak Camat memberikan himbauan dan ultimatum kepada ratusan orang yang ada di camp sepanjang pantai selindung tersebut," pungkasnya.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muntok, turun ke camp-camp penambang di perairan Dusun Selindung, Senin (6/4/2020) kemarin.
Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muntok, turun ke camp-camp penambang di perairan Dusun Selindung, Senin (6/4/2020) kemarin. (Ist/Polsek Muntok)

Tiga Hari Harus Angkat Kaki

Penambang dan penghuni camp TI rajuk Ilegal di Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, diminta angkat kaki.

Ultimatum tersebut berlaku selama tiga hari. Mulai saat penertiban Senin (6/4/2020) hingga Rabu (8/4/2020) mendatang.

Mirisnya lagi, ratusan penambang TI rajuk tersebut tidak melapor ke perangkat desa setempat.

Halaman
123
Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved