Virus Corona di Bangka Belitung

Update Covid-19 di Pangkalpinang, Enam Pasien Dalam Pengawasan dan 160 Orang Dalam Pemantauan

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Pangkalpinang hingga Selasa (7/4/2020) hari ini menjadi 160 orang.

Bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala Dinkes PPKB Pangkalpinang, dr Masagus Hakim 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Pangkalpinang hingga Selasa (7/4/2020) hari ini menjadi 160 orang.

Sebanyak 102 diantaranya telah selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari dan dinyatakan negatif pada saat observasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, dr Masagus Hakim, menuturkan, ODP kemungkinan terus bertambah karena siapa pun yang baru pulang dari daerah endemik Covid-19 dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan, dan diminta mengisolasikan diri selama 14 hari.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah enam orang. Lima pasien dinyatakan negatif corona setelah pengambilan swab dan satu pasien masih menunggu konfirmasi hasilnya.

"Hasilnya bisa sampai tiga atau lima hari. Kita kirim ke pusat. Jadi hasilnya tergantung mereka yang kirim. Bukti swab itu harus dikirim ke sini, tidak bisa hanya email saja, karena memang prosedurnya begitu," kata Hakim, Senin (7/4/2020).

Dia mengatakan, ODP menjadi prioritas pemeriksaan rapid test. Pihaknya sudah memeriksa 285 orang, yang sebagian besar merupakan ODP dan sisanya petugas kesehatan.

Rapid test bukan menjadi penentu orang terpapar corona, namun menjadi antisipasi sehingga segera dilakukan penanganan.

Sementara itu, satu orang ODP yang dilakukan pemeriksaan rapid test empat hari lalu, dinyatakan positif, masih menunggu hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikirimkan ke Jakarta. Hakim menyebut, belum ada informasi kapan hasil tes tersebut diketahui.

ODP itu pun telah dikarantika di balai diklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain dia, lima anggota keluarga lainnya juga dilakukan pemeriksaan rapid test, namun hasilnya negatif.

"keakuratan rapid test 60 persen. Bukan jadi patokan dia langsung positif. Hasil PCR lah yang menentukannya nanti, dari sampel swab tenggorokan, hidung maupun mulut," jelas Hakim. 

Ketua Sekretariat Pusat Komando Pengendalian dan Operasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, Mikron Antariksa dan Kepala Dinkes Babel Mulyono, melakukan penerimaan Bantuan untuk penanganan Covid-19
Ketua Sekretariat Pusat Komando Pengendalian dan Operasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, Mikron Antariksa dan Kepala Dinkes Babel Mulyono, melakukan penerimaan Bantuan untuk penanganan Covid-19 (IST/Gugus Tugas Covid-19)
Halaman
1234
Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved