Breaking News:

Virus Corona

Cegah Penularan Covid-19, Matahari Departement Store Tutup Seluruh Gerai, Jamin Tak Lakukan PHK

Akibat Dampak corona Toko ritel Matahari Departement Store, Tbk (LPPF) kini menutup seluruh gerai secara nasional.

(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta yang tutup 

BANGKAPOS.COM--Akibat  Dampak corona Toko ritel Matahari Departement Store, Tbk (LPPF) kini menutup seluruh gerai secara nasional.

//

Penutupan gerai dilakukan selama 14 hari atau lebih jika diharuskan sebagai langkah untuk menjaga kesehatan para karyawan, dan untuk mendukung gerakan nasional physical distancing.

Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo mengatakan penutupan gerai ini dilakukan sejak Senin 30 Maret 2020 sampai Senin 13 April 2020.

Namun demikian lini usaha lain seperti, Matahari.com akan terus beroperasi seperti biasa dan meningkatkan sumber dayanya untuk melayani permintaan yang meningkat.

“Kami ada e-commerce, Matahari.com. Penjualan juga terus meningkat, bahkan sejak sebelum (pandemic virus corona) tapi datanya belum resmi keluar,” ungkap Miranti.

Walau penjualan meningkat, namun sejauh ini Matahari.com masih belum bisa menjadi tulang punggung dari pendapatan perusahaan.

“Belum bisa, karena kami ada 160 gerai secara nasional, tapi belum bisa dibandingkan dengan penjualan e-commerce,” ujarnya.

Kasus Pasien Termuda Positif Corona Covid-19 Dialami Balita 3 Bulan Terungkap Awal Mula Terinfeksi

Sebelumnya melalui siaran media, Terry O’Connor selaku CEO Matahari mengatakan ketidakpastian kondisi pandemic Covid-19, mengharuskan perusahaan memberlakukan kebijakan penangguhan rekomendasi pembagian dividen tunai.

Hal ini juga telah disepakati oleh Tim Manajemen, Direksi dan Dewan Komisaris Matahari.

“Dalam pendekatan dan penggunaan sumber dana sebagai bentuk antisipasi terhadap tekanan atas traffic dan permintaan konsumen yang mungkin akan berkepanjangan. Oleh karena itu, Manajemen menarik rekomendasi pembayaran dividen sebelumnya dan mengusulkan penangguhan semua pembayaran dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang,” ungkap O'Connor.

Selain itu, perusahaan juga menelaah semua beban usaha yang tidak esensial dalam rangka penurunan beban secara besar-besaran.

Kronologi & Fakta Sebenarnya Video Viral Master Limbab Diusir Petugas Dilarang Mudik Karena Corona

Ini termasuk bekerja sama dengan pemilik mall untuk penurunan beban sewa, penurunan beban pemasaran untuk jangka menengah, melarang perjalan dinas, penurunan beban sumber daya manusia dengan kombinasi pengurangan jam kerja, penerapan cuti tidak berbayar dan penurunan gaji dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior.

“Kondisi ritel menurun dengan tajam pada Maret. Meskipun Januari dan Februari memenuhi ekpektasi, saat ini kami beroperasi di kondisi yang sangat tidak pasti dimana kesehatan para karyawan dan sumber daya perusahaan merupakan prioritas utama dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 ini agar dapat memiliki perusahaan yang sehat dan memiliki posisi yang baik di masa depan yang lebih cerah,” sebut O'Connor.

Terry menjelaskan saat ini perusahaan sedang menghadapi masa yang penuh tantangan dan berhati-hati. Tim senior perusahaan juga berdedikasi penuh untuk dapat melakukan respon secara cepat apabila terjadi perubahan.

“Kami tetap siap untuk melakukan langkah lebih lanjut untuk memastikan agar Matahari dapat melalui krisis ini dan siap melayani pelanggan kami secara lebih baik dan untuk menyambut kembali rekan kerja kami ke gerai dan kantor kami,” tegasnya.

Ilustrasi pengunjung saat belanja di Matahari Dept Store
Ilustrasi pengunjung saat belanja di Matahari Dept Store (Tribunnews/HO)

Tak Lakukan Pengurangan Karyawan dan PHK

Namun di tengah pandemi corona ini, setelah menutup seluruh gerai secara nasional, Matahari Departement Store, Tbk (LPPF) memastikan tidak akan ada pengurangan karyawan atau Pemutusan Hubungan kerja (PHK).

Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo menyatakan, pihaknya juga akan tetap memberikan gaji, bonus, dan Tunjangan Hari Raya ( THR) para karyawan.

“Tidak ada rencana PHK. Semua karyawan toko dirumahkan, tapi tetap digaji,” kata Miranti kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Namun sebut Miranti, gaji karyawan dibayarkan secara penuh.

“Ada pemotongan gaji. Besarannya bervariasi, makin tinggi posisinya makin besar. Maaf range-nya tidak bisa kami share,” jelasnya.

Daftar 20 Orang Terkaya di Dunia, Kekayaan Miliarder Turun Dampak dari Virus Corona

Miranti memastikan bonus dan THR juga akan diberikan kepada karyawan. Hal ini dilakukan perusahaan sesuai dengan peraturan pemerintah terkait pemberian THR.

“Bonus karyawan sudah dibayarkan dan THR akan dibayar sesuai peraturan pemerintah,” jelasnya.

Saat ini perusahaan sudah menutup seluruh gerai secara nasional. Sementara sumber pemasukan perusahaan adalah dari penjualan online melalui Matahari.com.

Dalam kondisi yang tidak pasti ini, manajemen perusahaan juga memberlakukan kebijakan menarik rekomendasi pembayaran dividen dan mengusulkan penangguhan semua pembayaran dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan mendatang.

Perusahaan juga menelaah semua beban usaha yang tidak esensial dalam rangka penurunan beban secara besar-besaran termasuk penurunan beban sewa, penurunan beban pemasaran untuk jangka menengah, melarang perjalan dinas, penurunan beban sumber daya manusia dengan kombinasi pengurangan jam kerja, penerapan cuti tidak berbayar dan penurunan gaji dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior.

(Kompas.com)

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cegah Penyebaran Covid-19, Matahari Departement Store Tutup Sementara Seluruh Gerai di Indonesia dan Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tutup Gerai untuk Sementara, Matahari Jamin Tak Lakukan PHK dan Tetap Bayar Gaji

//
 
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved