Virus Corona

Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Warga Jakarta Saat Masa PSBB Diberlakukan 14 Hari

Anies Baswedan mengumumkan DKI Jakarta akan menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta mulai Jumat (10/4/2020)

Tribunnews.com/Reynas Abdila
Pemandangan antrean mengular terjadi di akses masuk Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Jakarta. Pemprov DKI Jakarta yang mengambil kebijakan ini diminta tidak membuat kepanikan baru di atas kepanikan warga terhadap virus corona. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Warga Jakarta bersiap-siap menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan virus corona.

PSBB diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta mulai Jumat (10/4/2020).

Status PSBB diterapkan Pemprov DKI Jakarta di seluruh wilayah administratif Provinsi DKI Jakarta.

Berikut arahan lengkap Anies terkait PSBB di Jakarta.

Pengertian PSBB, Apa Saja yang Dibatasi saat DKI Jakarta Mulai Berlakukan PSBB Jumat 10 April 2020

1. Berlaku selama 14 hari

Anies menyampaikan, status PSBB Jakarta akan diterapkan mulai Jumat yang akan datang.

PSBB akan diterapkan selama 14 hari atau sampai 23 April 2020. 

"DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana yang digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai Jumat, tanggal 10 April 2020," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Selasa (7/4/2020) malam.

"PSBB menurut ketentuan berlaku 14 hari dan bisa diperpanjang kembali sesuai kebutuhan," lanjut Anies.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved