Berita Pangkalpinang

Insomnia Ganggu Kestabilan Emosi. Simak Penjelasan Psikolog dan Tips Terapi Mengatasinya

Karena dengan tidur maka sel-sel di dalam tubuh akan beregenerasi yang akhirnya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

istimewa
Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha menjelaskan mengenai insomnia atau sulit tidur yang dapat ganggu kestabilan emosi.

"Susah tidur dalam dunia medis dan psikologi juga sering disebut dengan insomnia. Waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk istirahat bagi orang dewasa berkisar dari 7 sampai 9 jam setiap harinya, kebanyakan tidur juga tidak baik untuk tubuh karena justru akan memperlambat fungsi otak yang akhirnya mudah lupa," ujar Siska saat dihubungi bangkapos.com, Rabu (8/4/2020).

Apa yang terjadi jika jam istirahat tidak terpenuhi?

Menurutnya, maka akan ada berbagai masalah yang timbul, diantaranya sistem metabolisme tubuh akan terganggu.

Karena dengan tidur maka sel-sel di dalam tubuh akan beregenerasi yang akhirnya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kemudian selain itu pada saat seseorang tidur, semua informasi yang didapatkan pada hari itu akan disusun dengan rapi di dalam otak kita sehingga terkadang saat bangun tidur kita sering kali menemukan solusi dari berbagai masalah.

"Saat sistem metabolisme terganggu karena sulit tidur, hal ini akhirnya akan berdampak pada emosi yang kurang stabil, sering uring-uringan, sensitif atau mudah tersinggung, pada fisik yang dirasakan kepala pusing dan badan terasa amat lelah,"jelas Siska.

Penyebab seseorang susah tidur diantaranya mengalami rasa cemas dan takut, mengalami serangan panik (panic attack), stres, dan bahkan depresi.

"Berbahayakan jika seseorang mengalami insomnia, ya jelas cukup berbahaya. Jika dirasa sudah akut atau sulit tidur dialami melebihi dari 3 hari, maka segera konsultasikan diri ke dokter dan psikolog. Dengan itu mereka dapat membantu mengatasi insomnia tersebut,"sebutnya.

*Insomnia Bisa Diatasi dengan Terapi*

Siska mengatakan secara psikologis, gangguan sulit tidur atau insomnia ini bisa diatasi terlebih dulu oleh si penderita meliputi:

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved