Berita Pangkalpinang

Pengakuan Terdakwa Penambang Ilegal, Hari Kedua Kerja Sudah Ditangkap Polisi

Dalam kesaksianya saksi Ridwan mengungkapkan, baru bekerja dengan terdakwa Tarmizi selama dua hari.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Suasana sidang saksi terdakwa Tarmizi, di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Rabu (08/04/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang menggelar sidang, pertambangan dan mineral batubara dengan terdakwa Tarmizi, Rabu (08/04/2020).

Digelar di ruang Garuda agenda sidang yaitu mendengarkan keterangan saksi, yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdapat dua saksi yang dihadirkan yaitu saksi Ridwan sebagai pekerja tambang, dan Soleh yang juga berstatus terdakwa dalam perkara yang sama.

Dalam kesaksianya saksi Ridwan mengungkapkan, baru bekerja dengan terdakwa Tarmizi selama dua hari.

"Kami lagi kerja baru dua hari, belum sempat dibayar hari kedua. dijanjiin dibayar per hari Rp 60-70 ribu. Terdakwa gak ada izinnya disitu. Hasil tambang pernah dapet sehari itu 6kg, tugas saya sebagai tambang itu lah," ujar Ridwan kepada majelis hakim.

Selain itu saksi Ridwan mengatakan, tambang ilegal yang dikerjakannya adalah milik terdakwa Tarmizi.

"Pas hari kedua mau kerja, dia (terdakwa) sudah ketangkep. Saat penangkapan itu ada Tarmizi dan Soleh juga. Hasil timah yang dijual Rp 320 ribu, saya dapat upah sehari itu Rp 60 ribu ada mesin robin untuk nyedot pasir," jelasnya.

Lebih lanjut saksi lain yakni Soleh juga membenarkan keterangan saksi Ridwan, mengenai tambang ilegal milik terdakwa Tarmizi.

"Ridwan yang bekerja dengan terdakwa, Ridwan itu bantu-bantu kawan aja. Kalau terdakwa hanya nengok yang kerja trus pulang. Tambang Tarmizi dekat dengan saya, kami baru buka dua hari. Jarak tambang saya dengan Tarmizi 50 meter saat dilokasi saya ditangkap juga," tutur Soleh.

Sementara itu terdakwa Tarmizi ditangkap oleh anggota Dit Reskrimsus Polda Bangka Belitung, pada Kamis (16/01/2020) pukul 09.00 di lokasi tambang belakang kantor BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saat dilokasi ditemukan satu unit pompa air, satu unit mesin merk Yasuka beserta pompa tanah, satu batang selang spiral, satu buah pipa dan satu unit kepala monitor dijadikan barang bukti. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved