Berita Pangkalpinang

SPSI Hanya Bisa Bantu Beri Rekomendasi ke Disnaker Soal PHK Pekerja yang Bukan Anggota

Keluhan pekerja yang tergabung di SPSI Babel belum ada soal PHK, tapi ada dari pekerja yang bukan anggota

Dok/Darusman
Ketua SPSI Babel, Darusman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kondisi perekonomian akibat imbas dari wabah virus corona (covid-19) di Bangka Belitung, tak bisa dipungkiri hingga perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bangka Belitung (Babel), Darusman mengatakan hal ini ditenggarai situasi penerapan imbauan pemerintah hingga membuat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menghindari dampak penyebaran Corona.

Namun, sampai sekarang, keluhan dari pekerja yang tergabung di SPSI Babel, bisa dipastikan belum ada terkait dampak bencana Covid-19.

Akan tetapi, terdapat keluhan dari belasan anggota SPSI saat ini, namun bukan terdampak Covid-19.

"Yang tidak tergabung (SPSI), memang ada keluhan. Kalau mereka yang bergabung, tidak ada keluhan, tidak masalah," jelasnya kepada Bangkapos.com, Selasa (7/4) kemarin.

Darusman menegaskan, bagi para pekerja yang tidak tergabung di dalam SPSI, sebenarnya pihaknya tidak dapat memberikan pembelaan apabila pekerja bersangkutan mendapatkan masalah.

Namun, di kondisi sekarang ini, SPSI Babel juga tetap mengupayakan penanganan terhadap mereka yang tidak dibawah naungan.

Penangan tersebut, dikatakannya, hanya sebatas pemberian jalan ke pekerja itu untuk melimpahkan langsung ke instansi terkait pekerja.

"Kita tidak bisa lagi untuk menangani mereka yang bukan keanggotaan kita. SPSI hanya akan membantu sebatas perekomendasian pekerja bersangkutan ke dinas tenaga kerja di daerah untuk diselesaikan," sebutnya.

Lebih lanjut, Darusman tetap membuka pintu bagi para pekerja yang belum tergabung di SPSI Babel, agar dapat bernaung dibawah serikat pekerja.

Ia menerangkan, tergabungnya para pekerja di serikat pekerja, setidaknya dapat memberikan pekerja/buruh tersebut aman atas hak-haknya sebagai pekerja.

"Bilamana buruh ingin haknya aman, haknya terpenuhi, dalam Undang-undang (UU) itu jelas, tentang berserikat. Mereka bisa bergabung," tuturnya.

"Tapi Alhammdulillah, baru-baru ini banyak dari pekerja juga yang sadar pentingnya berserikat dan bergabung. Apabila mereka ingin berserikat kan, itu hak konstitusional mereka. Saya tidak bisa melarang," tutup Darusman.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved