Berita Pangkalpinang

Hakim Vonis Pencuri Ini 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Temannya Hingga Saat Ini Masih Buron

Putusan majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Ilustrasi sidang di Pengadilan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sadaruddin, terdakwa perkara tindak pidana pencurian dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis Hakim PN Pangkalpinang, Kamis (9/4/2020).

Putusan majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar itu lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia dituntut selama 2 tahun penjara oleh JPU

Terdakwa Sadaruddin mencuri di rumah Jani, Jalan Veteran No. 1, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang.

Dia mengambil 1 handphone, 1 televisi, 1 modem internet dan sepasang sepatu merk ternama.

"Saya mencuri sama Andika, cara masuk congkel pintunya dari depan pakai obeng. Ngambil barang itu barengan kita saling bantu, setelah dicongkel saya ambil barang-barang itu," ungkap terdakwa Sadaruddin.

Dari hasil pencurian yang dilakukan, terdakwa mengaku membagi dua hasilnya dengan Andika. Sedangkan Andika saat ini kabur dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Saya ditangkap dulu, kalau Andika masih buron. Waktu ngambil itu saya kira gak ada orang. Setelah ngambil saya ke rumah Andika bagi-bagi barang. Saya dapat modem dan uang Rp 2,5 juta dibagi dua," tuturnya.

Sementara itu saksi korban, Jeni mengungkapkan dalam persidangan hingga menjadi korban pencurian tersebut.

"Handpone, televisi, sepatu ada uang juga. Mereka lewat pintu depan di congkel, mereka masuk lalu bongkar-bongkar rumah," ujar Jeni saksi korban pada sidang sebelumnya, Selasa (07/04/2020).

Pada saat kejadian Jeni juga mengatakan, terdakwa masuk kerumah walau didalam ada orang tua dari Jeni.

"Saya di tempat kerja, di rumah ada orang tua di belakang. Ya orang tua saya mendengar ada suara tapi tidak menyangka kalau rumah dicuri," jelasnya.

Saksi lain yaitu Supardi yang merupakan suami dari saksi Jeni, membenarkan kejadian tersebut hingga mengalami kerugian materil.

"Kerugian sekitar Rp 8 juta, rumah dibobol pintu kayu rusak barang-barang di rumah diambil. Kita tahu mereka ketangkep selang enam hari dari kepolisian," lanjut Supardi.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved