Berita Pangkalpinang

Imbas Virus Corona, 615 Pekerja di Pangkalpinang Dirumahkan, Pemkot Sedang Negosiasi

Ratusan tenaga kerja yang dirumahkan itu belum dipastikan apakah tetap kembali bekerja setelah wabah selesai atau pun tidak

bangkapos.com / Ira Kurniati
Sekretaris DPMPTSP dan Naker Pangkalpinang, Yan Rizana 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 615 tenaga kerja di Pangkalpinang dirumahkan imbas dari pandemi Covid-19.

Enam tenaga kerja juga mendapatkan Pemutusan Hak Kerja (PHK). Laporan ini diterima dari perusahan yang melaporkan sebanyak 28 badan usaha.

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Yan Rizana, mengatakan, sejumlah badan usaha seperti perhotelan dan lainnya melaporkan telah merumahkan karyawan mereka karena goyahnya perekonomian di tengah pandemi corona.

Ratusan tenaga kerja yang dirumahkan itu belum dipastikan apakah tetap kembali bekerja setelah wabah selesai atau pun tidak.

"Memang tidak bisa menyalahkan pihak perusahaan di tengah kondisi saat ini. Kami juga sedang berusaha negosiasi dengan mereka, apakah yang dirumahkan ini tetap mendapat gaji atau tidak," kata Yan kepada bangkapos.com, Kamis (9/4/2020).

Dia mengatakan, 615 tenaga kerja tersebut diakomodir melalui kartu pra kerja yang diusung oleh pemerintah pusat.

Pihaknya, kata Yan, melaporkan ke pusat untuk pemberian kartu pra kerja kepada sektor formal ini.

Nantinya, yang mendapatkan kartu tersebut akan memperoleh bantuan uang sebesar Rp 3.350.000.

PHK Pekerja di Bangka

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka sudah mengeluarkan surat edaran kepada para pengusaha yang isinya meminta agar tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karyawan.

Halaman
12
Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved