Ini Efek pada Kulit Kalau Kebanyakan Konsumsi Gula

Tambahan pemanis yang kita konsumsi setiap hari rata-rata adalah 270 kalori dan itu setara dengan 17 sendok teh gula.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi gula pasir. 

BANGKAPOS.COM – Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak orang yang senang menambahkan gula pada beberapa jenis makanan dan minuman.

Kebiasaan ini bukan hanya menyebabkan lingkar pinggang makin lebar, tetapi juga berdampak nyata pada kulit.

Tambahan pemanis yang kita konsumsi setiap hari rata-rata adalah 270 kalori dan itu setara dengan 17 sendok teh gula.

Itu baru dari segelas ukuran sedang kopi yang ditambahkan susu dan krim.

“Gula adalah makanan yang punya sifat inflamasi atau peradangan dalam skala mikro pada tubuh,” kata Dr. Saya Obayan, dokter dermatologi.

Ia menjelaskan, ketika kita mengonsumsi terlalu banyak gula, kemudian diproses tubuh dan masuk ke peredaran darah, akan menyebabkan peradangan.

Kondisi tersebut juga akan memperparah kondisi kulit tertentu.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi (cepat menaikkan gula darah) antara lain roti putih, softdrink, salad dressing, permen, dan juga berbagai jenis kue-kue, mengandung gula yang disuling dan diproses.

Lantas, mengapa inflamasi dianggap buruk?

Pada kulit, inflamasi adalah komponen kunci terjadinya jerawat.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved