Berita Pangkalpinang

Malaysia Terapkan Lockdown, Harga TBS Diperkirakan Naik, Saat ini Masih Turun

Kondisi ini mengakibatkan para pengusaha dunia mengalihkan haluan dan memburu minyak sawit (CPO) Indonesia.

(bangkapos.com/ferylaskari)
Hasil panen TBS kelapa sawit di kebun petani di Kecamatan Riausilip Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--  Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Provinsi Bangka Belitung Juaidi mengatakan, Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit April mengalami penurunan dibandingkan dengan Maret lalu.

"Harga pada bulan April mengalami penurunan dibanding Maret hal ini karena penjualan CPO dan Kernel mengalami penurunan dari masing-masing pabrik CPO di Babel," ujar Juaidi kepada Bangkapos.com, Kamis (09/04/2020)

Dia menyebutkan, kalau melihat perkembangan global diprediksi akan mengalami peningkatan pada bulan Mei 2020.

"Kalau Indonesia tidak menerapkan lockdown, sehingga aktivitas perkebunan dan pabrik kelapa sawit serta kegiatan ekspor tetap akan berjalan dengan baik," ucapnya

Dia menuturkan, dari hasil penetapan harga TBS periode I Provinsi Sumatera Selatan tanggal 07  April  2020 lalu, ditetapkan harga CPO Rp. 7.280,29, harga inti Rp. 4.047,73, indeks K 82,83%.

"Jadi TBS kita turun itu sebesar Rp.  42,86 dibandingkan harga TBS umur 10-20th Periode II tanggal 17 maret  2020," tuturnya

Dia mengungkapkan harga TBS ini diperkirakan akan naik kebijakan lockdown Malaysia terkena dampak virus corona (covid-19).

Kondisi ini mengakibatkan para pengusaha dunia mengalihkan haluan dan memburu minyak sawit (CPO) Indonesia.

"Mungkin seperti itu, nanti tergantung perkembangan kebijakan masing-masing negara ke depan, sekarang penuh dengan ketidak pastian, semoga pandemi COVID 19 segera berlalu," tambahnya

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved