Pasca Lockdown, Pendaftaran Menikah di Wuhan Membludak, Aplikasi Permohonan Sampai Error

Setelah berakhirnya masa penguncian atau lockdown akibat wabah virus corona SARS-Cov-2 di Wuhan, Hubei, China, para warga kini mulai beraktivitas

twitter
Gunung di China dipadati 20.000 pengunjung setelah lockdown 

BANGKAPOS.COM - Setelah berakhirnya masa penguncian atau lockdown akibat wabah virus corona SARS-Cov-2 di Wuhan, Hubei, China, para warga kini mulai beraktivitas kembali.

Penguncian di Wuhan berlangsung selama 76 hari.

Pasca-lockdown pendaftaran untuk menikah di Wuhan meningkat. Para warga mendaftarkan permohonan menikah melalui aplikasi pernikahan online lokal yang menjadi bagian dari aplikasi ‘mini program’ yang dijalankan oleh platform teknologi China Alipay.

Sebelumnya, operasional aplikasi tersebut sempat ditangguhkan pada Februari hingga Maret 2020, dan telah dibuka kembali pada pekan pertama April 2020.

Pendaftar membludak, aplikasi error
Membludaknya warga Wuhan yang mendaftarkan permohonan menikah mengakibatkan aplikasi mengalami gangguan dan tak bisa diakses.

Melansir dari Abacus, melalui unggahan di media sosialnya, pihak Alipay menjelaskan, data menunjukkan bahwa pendaftar pernikahan melonjak tajam hingga 300 persen dalam sehari.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan rata-rata harian selama Januari 2020 dan minggu pertama April.

Alipay menyebutkan, mereka terkejut dengan lonjakan pengguna yang menyebabkan sistem mengalami pelambatan.

Meski demikian, sistem itu langsung diperbaiki dan telah normal kembali.

Angka perceraian juga meningkat

Halaman
123
Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved