Berita Pangkalpinang

Pengawasan Dinas ESDM Lemah, Bahan Nuklir Babel Lolos Diselundupkan ke Luar Daerah

Rina menyayangkan bahwa selama ini potensi tersebut tidak digarap maksimal oleh Pemerintah Provinsi Babel, dan bisa lolos diselundup begitu saja

Bangkapos.com/Riki Pratama.
Anggota DPRD Babel, Rina Tarol. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sekretaris Komisi III DPRD Babel, Rina Tarol menyorot pengawasan dari pihak Dinas ESDM Provinsi Babel terkait lemahnya pengawasan dan melihat kekayaan alam yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, adanya penyelundupan bahan nuklir yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung, menurutnya itu sangat berarti apabila potensi tersebut dimaksimalkan sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah.

"Tentunya ini harus menjadi pengawasan pihak ESDM, selama ini seakan tidak mengetahuinya, sehingga pengawasan mereka antara ada dan tiada, seharusnya tahu bahwa ada potensi itu di Babel,"jelas Rina Tarol kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Dia menambahkan selama ini banyak yang tidak tahu potensi apa saja yang ada di Provinsi Babel, terutama dari segi pertambangan dan ikutanya.

"Gubernur harus menekankan keberadaan ESDM ini untuk mengawasi melalui aparat terkait, jangan seakan akan lolos begitu saja, bagaimana, bahan berharga seperti itu bisa lolos, mungkin tidak hanya sekali ini saja, hasilnya yang dibawah keluar Babel, kita minta Gubernur segera bertindak,"ujarnya.

Dengan ada penyelundupan bahan nuklir, Rina menyayangkan bahwa selama ini potensi tersebut tidak digarap maksimal oleh Pemerintah Provinsi Babel, dan bisa lolos diselundup begitu saja.

"Minta segera bersikap dan Gubernur harus bersikap tegas agar hal ini tidak terjadi lagi, apa saja yang berpotensi di Babel segera di inpentalisir sumbernya, karena ini kita tidak tahu, ada bahan nuklir, pantasan dulu, ada ingin melakukan pembangunan PLTN di Babel, karena melihat sumber bahan nuklir ada disini, ini seharusnya bisa tergarap dengan baik,"tegasnya.

Selain Itu, menurutnya perlu ditetapkan kepala dinas ESDM definitif, untuk bisa mengambil kebijakan yang lebih tegas lagi dalam upaya pengawasan pertambangan di Babel.

"Harus segera menentukan kepala Dinas Difinitif, karena sekarang masih plt agar bisa mengambil kebijakan dan kita minta serius dalam menyikapi hal ini,"ujarnya.

Sementara Plt Kepala ESDM Babel, Supanto, dikonfirmasi terlihat enggan menjelaskan hal tersebut, ia malah menyebutkan seharusnya tanyakan ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) atau Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan).

"Lebih tepat wawancara e ke Batan atau Bapeten,"ujar Supanto singkat.

Sementara, kembali ditanya bagaimana pengawasan ESDM melihat ada bahan Nuklir di Babel, kembali, Supanto tidak memberikan jawabanya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved