Breaking News:

Virus Corona

Pembebasan Ribuan Napi Cegah Corona Menuai Kritik, Reza Indragiri Nilai Ada Ketidaksinkronan

Kebijakan Menkumha Yasonna Laoly yang telah membebaskan ribuan narapidana dalam rangka mencegah penularan Virus Corona di dalam sel menuai kritikan.

Editor: nurhayati
Tribunnews.com
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. 

BANGKAPOS.COM--Di tengah pandemi virus corona ini berbagai negara melakukan pembebasan bersyarat bagi para narapidana untuk mencegah penularan Covid-19 di lembaga permasyarakatan dan rutan.

Diantaranya di Iran, misalnya, membebaskan 95.000 napi dan Brasil 34.000 napi.

Kebijakan ini juga diterapkan oleh Pemerintah Indonesia  yang menerapkan pembebasan bersyarat bagi narapidana, tetapi hanya untuk narapidana dari kasus-kasus pidana umum.

Namun kebijakan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang telah membebaskan ribuan narapidana dalam rangka mencegah penularan Virus Corona di dalam sel menuai berbagai kritikan.

Bayi Ini Diberi Nama Covid Bryant Karena Lahir Saat Wabah Corona atau Covid-19

Dilansir TribunWow.com, hal itu pun menuai kritikan, satu di antaranya dari Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri.

Menurut Reza Indragiri, kebijakan Yasonna Laoly itu tak ada hubungannya dengan pencegahan Virus Corona.

Karena itu, ia mengaku sempat bersuara meskipun Yasonna Laoly tetap membebaskan ribuan narapidana yang beberapa di antaranya bahkan kembali berbuat onar sesaat setelah menghirup udara bebas.

Pernyataan tersebut disampaikan Reza Indragiri melalui tayangan YouTube tvOneNews, Sabtu (11/4/2020).

"Dengan segala hormat ke pemerintah terutama ke Pak Menteri, beberapa waktu lalu, sehari sebelum keluarnya surat keputusan menteri itu saya termasuk salah satu orang yang sudah angkat suara." ungkap Reza.

"Saya khawatir bahwa ada ketidaksinkronan antara alasan dibebaskannya para napi tersebut dengan tujuannya," katanya.

Dua Kasus Positif Corona di Belitung, Petugas Medis Lakukan Tracking, Swab Pasien 34 Masih Positif

Reza lantas menyinggung soal kriteria narapidana yang dibebaskan dari penjara.

"Kalau kita baca di surat keputusan menteri itu jelas dalam rangka penanganan atau pencegahan Covid-19," kata Reza.

"Tapi kemudian kalau kita baca kriteria yang dilepas ada yang dua per tiga masa hukuman, ada yang setengah masa hukuman dan seterusny," beber Reza.

Menurut Reza, keputusan membebaskan narapidana itu sama sekali tak berkaitan dengan pencegahan Virus Corona.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved