Breaking News:

Alasan Satpam SD Tampar Perawat Saat Disuruh Pakai Masker, Perbuatan Kasarnya Terancam Penjara

BC (43) pria yang melakukan penganiayan pada seorang perawat kini berurusan dengan polisi.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
BC (43) warga Kemijen Semarang Timur pelaku pemukulan seorang perawat saat konferensi pers di kantor Polrestabes Semarang, Minggu (12/4/2020) 

BANGKAPOS.COM -- BC (43) pria yang melakukan penganiayan pada seorang perawat kini berurusan dengan polisi.

Pria yang belakangan diketahui berprofesi sebagai satpam SD (Sekolah Dasar) itu kini sudah diamankan polisi.

Pria asal Kamijen, Semarang timur itu kini terancam dipidana karena perbuatannya tersebut.

Seperti diketahui, video rekaman CCTV perawat ditampar viral di media sosial.

Banyak masyarakat terutama warganet yang menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pria tersebut.

Insiden tersebut terjadi di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang.

Pria yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian hanya bisa menyesali perbuatannya.

Pelaku BC mengaku khilaf sehingga memukul korban setelah dirinya diingatkan untuk memakai masker.

Ia beralasan, saat itu hanya merasa khawatir dan memohon agar anaknya yang sakit demam dapat segera diperiksa oleh dokter sebentar.

"Saya minta maaf atas kesalahan saya. Saya khilaf karena saat itu saya bingung karena kondisi anak saya yang sakit panas sama batuk," ujar BC, saat konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Minggu (12/4/2020) seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved