Breaking News:

Berita Pangkalpinanng

Penolakan Pemakaman Jenazah Perawat, Ini Tanggapan Tim Medis di Bangka Belitung,Perlu Adanya Edukasi

Kabar pilu dari perawat asal Semarang yang meninggal karena positif Covid-19, jenazah sempat ditolak saat akan dimakamkan

Bangkapos.com/Suhardi Wiranata
Sudarsono, M.Sc, Kepala Instalasi Farmasi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kabar pilu dari perawat asal Semarang yang meninggal karena positif Covid-19, jenazah sempat ditolak saat akan dimakamkan dekat makam ayahnya.

Hal ini tentu menyisakan kekecewaan pada hati para tim medis di seluruh Indonesia, pasalnya rekan medis mereka diperlakukan tidak semestinya.

Apoteker Farmasi Klinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Apt Sudarsono M.Sc menyayangkan hal tersebut.

"Sebagai tenaga kesehatan tentunya kami sangat-sangat menyayangkan peristiwa penolakan jenazah rekan kami tersebut," ungkap Sudarsono saat dihubungi bangkapos.com, Senin (13/4/2020).

"Mereka sudah mengorbankan segalanya termasuk nyawanya untuk membantu merawat dan menyembuhkan saudara kita yang terinfeksi SARS-Cov 2. Rekan kami yang ikut tertular dan harus meregang nyawa tersebut, tidak seharusnya ditolak pemakamannya," tegasnya.

Sudarsono berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali, untuk itu mungkin perlu terus ditingkatkan sosialisasi kepada masyarakat informasi yang benar tentang Covid-19 dalam melawan berita-berita hoax yang ada di media sosial.

Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni
Dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Tanggapan serupa juga dilontarkan Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni.

Menurutnya, dengan adanya penolakan jenazah Covid-19 disejumlah daerah, itu menandakan harus adanya edukasi yang lebih gencar dan besar oleh pemerintah kepada masyarakat (terutama masyarakat awam) mengenai jenazah Covid-19.

"Seperti kapan jenazah itu masih bisa menularkan dan kapan jenazah itu tidak lagi menularkan. Untuk pengurusan jenazah Covid-19 sendiri, sudah melalui proses sedemikian rupa sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga jenazah itu dikuburkan," ujar dr Annisa.

Lebih lanjut, ia menyebutkan petugas yang mengurus pun tidak sembarangan, mereka memakai APD lengkap.

Selanjutnya, sudah ada penelitian virus corona tidak bisa menyebar melalui tanah, jadi sebenarnya tidak ada yg perlu ditakutkan oleh masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat harusnya bekerja sama dengan pemerintah. Bukannya malah mempersulit dengan cara menolak jenazah Covid-19.

"Terlebih lagi kasus kemarin yang meninggal adalah perawat yang tertukar Covid-19 karena menangani pasien Covid-19, harusnya perawat tersebut diapresiasi. Bukan malah mengalami penolakan setelah ia meninggal, tapi untungnya pemerintah mengatakan akan menindak tegas provokator yg menolak jenazah Covid-19. Selanjutnya diharap tidak ada lagi kejadian seperti ini," kata dr Annisa.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved