Breaking News:

BOS Pertamina AHOK BTP Diprotes Gegara Beri Cashback ke Driver Ojol hingga Disindir Tak Adil

Ahok diprotes lantaran kebijakan tersebut seolah mengabaikan kalangan masyarakat lain yang juga terdampak

Tribunnews/Jeprima
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok BTP 

"Harga minyak dunia sudah lama terjun bebas. Harga minyak Indonesia tetap ngga turun. Ajaib," tulis @alam_pado

"Kapan harga bbm turun nih pak? Di Amerika udah 2500 per liter lho...  Kalo minyak dunia naik, harga naik cepet. Giliran turun kebanyakan aiueo," tulis akun MakmurAja.

Saat ini, harga minyak dunia tengah terjun bebas akibat pandemik Covid-19. Harganya berkisar di angka 33 dolar AS per barel hingga 24 dolar AS per barel.

Bahkan, jika membandingkan dengan Malaysia, saat ini negara itu  harga Ron 95 (Pertamax) adalah 1,25 Ringgit atau setara dengan Rp4.500 per liter.

Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini bahkan menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini sudah mendesak dilakukan pemerintah.

Menurutnya, penyesuaian harga BBM naik ataupun turun harus mengikuti kesepakatan awal yang telah berjalan yaitu setiap periode dua minggu sekali, sehingga tidak menghilangkan kepercayaan konsumen dalam hal ini masyarakat pada pemerintah.

Seperti diektahui, seharusnya, perhitungan harga tersebut  dilakukan pada tanggal 1 atau 15.

"Apalagi sekarang sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak," kata Rudi Rubiandini

 Rudi menerangkan, apabila menggunakan parameter baru yang sedang terjadi yaitu USD senilai Rp16.000 dan harga minyak USD 35/barrel, maka harga minyak mentah setara Rp3.500, ditambah biaya pengolahan, transportasi, dan Ppn maka bisa menjadi Rp4.500.

"Bila ditambah keuntungan Pertamina 10 persen, maka akan menjadi seharga Rp5.000," jelas Rudi. 

Halaman
1234
Editor: ediyusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved