Virus Corona di Bangka Belitung

Ingin Fokus Lawan Corona, PDIP Bangka Belitung Kesampingkan Pilkada

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan diketahui sudah melakukan perekrutan para calon kepala daerah

Dokumen Bangka Pos
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya ketika ditemui Bangkapos.com 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah yang ada di Provinsi Bangka Belitung (Babel), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan diketahui sudah melakukan perekrutan para calon kepala daerah tersebut.

Namun, hingga saat ini rekomendasi terhadap nama-nama calon sesuai kriteria partai berlogo banteng ini masih belum disampaikan ke publik. 

"Seharusnya rekomendasi mau dikeluarkan. Tapi, kita masih harus mempertimbangkan situasi saat ini," jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Babel, Didit Srigusjaya kepada Bangkapos.com, Selasa (14/4/2020).

Didit mengatakan belum dikeluarkannya rekomendasi partai ini sendiri, dikarenakan PDI Perjuangan.

Khususnya DPD PDI Perjuangan Babel ingin berkonsentrasi membantu pemerintah dalam penanggulangan Virus Corona (Covid-19) di daerah.

"Saat ini kita tidak mau berbicara tentang pilkada dulu lah. Kita harus bersama-sama, fokus membantu pemerintah di situasi sekarang," ungkapnya.

Didit mengungkapkan, proses perekrutan para calon kepala daerah yang sudah dilaksanakan seperti di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Bangka Tengah (Bateng), Kabupaten Bangka Barat (Babar) dan Belitung Timur (Beltim) sendiri berjalan dengan baik serta telah berdasarkan aturan partai.

Namun dirinya secara pribadi juga tidak ingin di situasi gencarnya pemerintah bergerak melawan pandemi Corona, DPD PDI Perjuangan hanya terfokus perihal pilkada tersebut, sehingga kurang berperan melakukan sinergi bersama pemerintah melawan Corona.

Dengan munculnya pandemi Corona, sehingga memungkinkan membuat pelaksanaan pilkada di sejumlah daerah berubah, dikatakan Didit, pengumuman rekomendasi partai terhadap sejumlah calon kepala daerah, belum bisa dipastikan.

"Bisa jadi ini (suasana) bisa berubah terhadap perekomendasian itu. Bisa jadi berubah, tergantung perkembangannya seperti apa," terangnya.

"Tergantung pelaksanaan pilkada sesuai usulan pusat nanti. Jadi masih ada kemungkinan berubah. Andaikata, pilkada ditunda satu tahun, yang namanya politik itu per detikpun bisa berubah. Kita fokus Corona saja dulu," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved