Breaking News:

Ini Bahayanya Makan Daging Setengah Matang

Saat memesan steak atau pun burger, tak sedikit orang yang lebih menyukai jika dagingnya dibuat setengah matang atau agak mentah

KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
Ilustrasi daging sapi. 

BANGKAPOS.COM - Saat memesan steak atau pun burger, tak sedikit orang yang lebih menyukai jika dagingnya dibuat setengah matang atau agak mentah supaya tidak keras digigit.

Demikian pula halnya dengan sate.

Padahal, daging yang tidak dimasak dengan matang benar bisa berbahaya bagi kesehatan.

"Daging mentah masih mengandung bakteri dan berbahaya bagi kesehatan," kata pakar keamanan pangan, Jeff Nelken.

Bakteri, seperti salmonella atau E.coli, bisa saja terdapat di dalamnya.

Meski produsen makanan atau restoran yang menjual olahan daging mentah memiliki jaminan akan kebersihan dalam pengolahannya, bakteri bisa saja masuk ke dalam makanan selama proses produksi.

Menurut Nelken, selama ini banyak orang berpikir hanya daging ayam saja yang kurang aman saat dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Kenyataannya, unggas memang berisiko lebih tinggi mengandung salmonella.

Tetapi, daging babi dan sapi memiliki risiko lebih besar mengandung bakteri E.coli.

Orang yang mengalami keracunan makanan karena bakteri dapat mengalami diare bercampur darah, kram perut, dan muntah selama seminggu.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved