Breaking News:

Penumpang Kapal Antre di Tanjungkalian

Jangankan Bawa Harta, Pemuda Ini Akui Bisa Pulang Kampung Saja Sudah Syukur

Tak ada harta benda yang fantastis dibawa Aris dan sejumlah rekan kerjanya selama menjadi pekerja tambang di pulau Bangka.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Hendra
bangkapos.com/Anthoni Ramli
Suasana Membludaknya Masyarakat di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4) 

Salah satunya, dengan memberlakukan pengecekan suhu tubuh dan melakukan rapid test terhadap penumpang yang tiba di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok.

Suasana Membludaknya Masyarakat di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4) (bangkapos.com/Anthoni Ramli)
Untuk itu orang nomor satu di Bangka Belitung tersebut meminta kerjasama seluruh elemen masyarakat.

" Tentunya segala resiko kita minimalisir makanya kita lakukan seperti ini. Dan tentunya dalam hal ini bukan berarti kita membuka lebar lagi resiko, tetap kita minimalisir resiko dan kita ingin kerja sama ini diberlakukan dari pemerintah maupun masyarakat kita yang datang maupun keluar," hara Erzaldi di sela peninjauan Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4/2020)

Erzaldi juga belum bisa memastikan, kapan kebijakan pembukaan akses penumpang via Pelabuhan Tanjungkalian Muntok tersebut berakhir.

Hal ini akan disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Namun dirinya mengimbau, masyarakat lebih baik tidak mudik.

" Sampai kapan kebijakan ini Liat kondisi yang ada disana. Mensiasatnya kita tetap menghimbau tidak usah mudik. Itu akan lebih baik karena dengan tidak mudik ini akan mengurangi risiko. Pemerintah sifatnya menghimbau ini tentunya tidak pula kita terus mengambil kebijakan yang semakin membuat kondisi tidak baik. Tidak mungkin juga warga kita menunggu di pelabuhan sana, uang semakin habis, disana juga mereka tidak tau mau ngapain, nah kebijakan kebijakan seperti ini harus kita ambil," imbuhnya.

Lebih Banyak Penumpang Keluar Ketimbang Masuk

Selain pertimbangan banyaknya masyarakat Babel yang tertahan di pelabuhan Tanjung Api Api Sumsel, alasan pemerintah provinsi Bangka Belitung membuka pelabuhan Tanjungkalian juga lantaran banyaknya masyarakat Pulau Sumatera dan Jawa yang berkeinginan pulang ke kampung halaman pasca pademi covid-19.

"Dari Babel pun masyarakat yang berasal dari Sumatera dan Jawa mau juga pulang, kalau tertumpuk dan tertahan lama juga tidak baik huga. Jadi kita beri kesempatan kita kontak daerah sana Sumsel, mereka juga tidak keberatan makanya kita buka juga bagi mereka," kata Erzaldi disela meninjau pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, Minggu (19/4/2020)

Menurut Erzaldi, kebanyakan penumpang yang menyeberang dari pelabuhan Tanjungkalian ini notabenenya pekerja yang memang terdampak covid 19.

" Nah kebanyakan masyarakat yang mau ke palembang para pekerja yang sudah memang terkena dampak covid 19 tidak ada pekerjaa. Di Babel sehingga mereka menunggu lama disini justru menimbulkan efek negatif lain sehingga kami membuka pelabuhan ini. Dan ternyata yang mau keluar ini lebih banyak dari pada yang masuk," bebernya.

Jalani Rapid Test

Penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat, menjalani rapid test, Minggu (29/4/2020).

Pantauan bangkapos.com, satu per satu penumpang yang tiba menuju lokasi pemeriksaan.

Puluhan tenaga medis lengkap dengan APD melakukan pemeriksaan.

Para penumpang menjalai berbagai pemeriksaan mulai dari pengecekan suhu tubuh, rapid test, dan pemasangan gelang Orang Dalam Pengawasan (OPD).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan, mengatakan pihaknya membuka pelabuhan Tanjungkalian sehubungan dengan semakin membludaknya para mahasiswa dan masyarakat Bangka Belitung yang mau mudik.

Pihaknya sebenarnya telah mengimbau masyarakat supaya tidak mudik.

Tetapi nyatanya masih ada juga masyarakat kita yang mudik.

Dikatakan Erzaldi, tidak ada larangan mudik.

Dalam hal ini, pemerintah hanya mengimbau mengingat kian membludaknya masyarakat Babel yang tertahan di pelabuhan Tanjung Api Api Sumatera Selatan.

" Kondisi ini membuat kita membuat suatu kebijakan membuka pintu pelabuhan ini tetapi dengan pengawasan yang ketat. Seperti yang kita lihat dan kita buka disini dicek betul betul dilakukan rapid test terus masuk aplikasi covid 19 sehingga mereka yang datang ini terdeteksi," ujar Erzaldi saat menijau pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4/2020). 

Penumpang Membludak

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Johan menyebutkan alasan membuka pelabuhan Tanjungkalian Muntok karena semakin membludaknya mashasiswa dan masyarakat yang ingin mudik dan tertahan di pelabuhan Tanjung Api Api Sumatera Selatan.

Padahal sebelumnya pemerintah telah mengimbau agar tidak mudik. Tetapi nyatanya masih ada juga masyarakat yang memilih mudik.

"Kondisi ini membuat suatu kebijakan membuka pintu pelabuhan tetapi dengan pengawasan yang ketat. Seperti yang kita lihat dan kita buka disini. Di cek betul-betul dilakukan rapid test terus masuk aplikasi covid 19 sehingga mereka yang datang ini terdeteksi," ujar Erzaldi saat menijau pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4/2020).

Penumpang yang tiba di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat menjalani Rapid Test.

Pantauan Bangkapos.com, satu persatu penumpang yang tiba menuju lokasi pemeriksaan.

Puluhan tenaga medis lengkap dengan APD melakukan pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, hingga rapid test dan pemasangan gelang Orang Dalam Pengawasan (OPD)

Sejak adanya kebijakan otoritas pelabuhan dan Dishub Provinsi Bangka Belitung untuk kembali membuka akses penyeberangan mobilisasi penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat terlihat ramai hari ini Minggu (19/4/2020)

Area parkir kendaraan yang biasanya lengang, kembali dipadati kendaraan. Baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Pantauan Bangkapos.com, sejak tadi pagi mobilisasi penumpang dan kendaraan terus terjadi. Antrean kendaraan baik kendaraan pribadi dan pengangkut logistik berderet di jalur antrean pelabuhan.

Begitu juga dengan jalur antrean kendaraan roda dua yang juga mulai dipadati penumpang yang akan menyeberang.

Sebelumnya diberitakan melalui siaran langsung Facebook Bangka Pos, di tengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19 tampak hari ini, Minggu (19/4) suasana di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok dipenuhi ratusan bahkan ribuan masyarakat yang berkumpul untuk mengantre tiket.

Live Facebook Bangkapos.com yang disiarkan 36 menit lalu memperlihatkan masyarakat ramai berkumpul di antaranya warga asal Palembang, Alex.

"Mau ke Palembang, ini lagi ngantri (tiket). Saya kerja di restoran, mau pulang diliburkan semua jadi mending pulang," ujar Alex.

Antrean kendaraan di parkiran Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok pun terlihat padat.

Beberapa masyarakat ada yang menggunakan jasa transportasi kendataan rota empat untuk menuju Pelabuhan Tanjung Kalian

Berikut Live Facebook yang direkam Bangka Pos:

Beberapa warganet Facebook Bangka Pos turut berkomentar menyayangkan antrean padat di Pelabuhan Tanjung Kalian saat Pandemi Covid-19.

Jon piter: astaga membludak seperti tu dak de jarak aben nek jadi ape ikak wo sodara? Budak sekolah ge pacak belajar online masak meli tiket agik cem jaman tv item pute?

Nung Nuzanah: Macem mana pacak sampai ngebudak gitu, nak mana mo distancing?

Sefti Kurnia: Yang pergi dari bangka banyak yang datang ke Bangka pun bakal banyak pula. Mohon yang datang nanti disteril dulu pak ya.. bila perlu karantina 14 hari dulu biar bangka gak bertambah lagi korban penyebaran qif 19 nya

Yanti yanda: ka ap2 lh kate dk jd mudik, kog banyak pemudik mcm tu, dk betul tu.

Ilham rahmat: bile kite nak aman, khususnya Bangka Barat tolong semua pintu masuk ditutup kecuali ekspedisi dan logistik yang nak keluar boleh tp masuk jangan.

Sempat Lengang

Sebelumnya Mulai Senin (30/3/2020), penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian dari Muntok-Tanjung Api Api Sumatera Selatan dan sebaliknya ditutup hingga pukul 16.00 WIB.

Pembatasan trip jalur penyeberangan ini berlaku hingga 11 April 2020 mendatang.

Biasanya aktivitas penyeberan kapal Roro di Pelabuhan Tanjung Kalian berakhir hingga pukul 21.00 WIB.

GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah, menyebut pemangkasan jadwal operasional kapal roro ini menyusul terbitnya surat edaran dari pihak KSOP sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid 19 yang merebak akhir akhir ini.

"Jadi terhitung mulai besok Senin, sampai 11 April nanti penyeberangan itu berakhir di jam empat sore. Biasanyakan sampai jam 21.00 WIB malam, sekarang diturunkan sampai paling lama itu yang berangkat jam 16.00 WIB," jelas Rudi, Minggu (29/3/2020).

Aktivitas Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat tampak lengang Rabu (1/4/2020) pukul 10.00 WIB

Tak seperti biasa, hampir setiap hari intensitas hilir mudik penumpang dan kendaraan di pelabuhan Tanjung Kalian Muntok padat.

Namun hari ini area ruang tunggu penumpang nampak lengang. Begitu juga dengan jalur antrean kendaraan.

Hanya terlihat beberapa kendaraaan yang menunggu giliran antrean.

Sejumlah petugas kepolisian terlihat berjaga jaga di sekitar area masuk pelabuhan Tanjung Kalian.

Heri warga sekitar pelabuhan menyebut sejak beberapa hari terakhir tak ada aktivitas berarti di pelabuhan Tanjung Kalian Muntok.

Hal ini menyusul tidak beroperasinya kapal Express Bahari dan adanya larangan bagi penumpang pejalan kaki.

"Saya lihat sudah beberapa hari ini pelabuhan sepi. Mungkin karena bahari stop dan adanya larangan bagi penumpang pejalan kaki. Kalau dulu tiap hari pun ramai disini," ujar Heri seraya menunjuk ke arah pelabuhan, Rabu (1/4/2020).

(bangkapos.com/Anthoni Ramli/Ardhina Trisila Sakti)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved