Penumpang Kapal Antre di Tanjungkalian

KISAH Mahasiswa Babel, Tiga Kali Cancel Tiket Pesawat Berusaha Keluar dari Zona Merah Virus Corona

Perasaan cemas, lantaran kota Palembang Sumatera Selatan, tempat Aji menimba ilmu berstatus zona merah covid 19

Bangkapos / Anthoni Ramli
Aji merupakan satu dari sejumlah mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, yang tiba di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/4/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rona bahagia terpapar dari mimik wajah Aji. Aji merupakan satu dari sejumlah mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, yang tiba di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/4/2020).

Pada kesempatan itu Aji, terlihat bersama tiga rekannya sesama mahasiswa Unsri.

Sembari menunggu giliran Rapid Test, canda tawa ke empat mahasiswa menggeliat.

Masker dan sejumlah barang bawaan menempel di tubuh ke empat mahasiswa tersebut..

Bagi mahasiswa asal Sungailiat Kabupaten Bangka tersebut, bisa kembali ke kampung halaman merupakan penantian setiap mahasiswa sebagai obat pelepas rindu berkumpul bersama keluarga.

Suasana Membludaknya Masyarakat di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4)
Suasana Membludaknya Masyarakat di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Minggu (19/4) (bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Tak hanya Aji, namun kerinduan serupa pastinya juga dirasakan kedua orang tua mahasiswa semester delapan tersebut.

Belum lagi perasaan cemas, lantaran kota Palembang Sumatera Selatan, tempat Aji menimba ilmu berstatus zona merah covid 19. Aji dan keluarga sempat resah.

Pasalnya sejumlah jalur penyeberangan baik udara dan laut sempat dibatasi.

Kepada harian ini, Aji mengaku telah beberapa kali mencari jalan keluar supaya bisa pulang kr kamoung halaman di tengah pademi covid-19 semacam ini.

BACA JUGA: Jangankan Bawa Harta, Pemuda Ini Akui Bisa Pulang Kampung Saja Sudah Syukur

Bahkan tiket pesawat yang telah dibookingnya, terpaksa di cancel.

"Tentunya bersyukurnya bisa ngumpul lagi dengan keluarga. Kemarin saya sudah tiga kali pesen tiket mau pulang cuma dicancel semua karena ada kebijakan pembatasan jadi tidak bisa pulang," ujar Aji.

Aji berharap pademi covid-19 ini segera berlalu sehingga aktivitas belajar mengajar di kampus kembali seperti semula.

Sejauh ini kata Aji, proses brlajar mengajar mahasiswa menggunakan sistem online.

" Kalau kembali ngampus belum tahu ya, karena memang sejak pademi ini kami belajar dan mengerjakan tugas pakai sistem online. Semoga pademi ini segera berlalu jadi semua kembali normal," harapnya.

(Bangka Pos / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved